Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/07/2020, 21:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada yang menarik dari webinar yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) pada Kamis (23/7/2020).

Tidak seperti biasanya, para bos besar, pemilik, dan juga kerap disebut konglomerat properti turun gunung, mengikuti webinar yang bertajuk Akselerasi Pemulihan Properti: Mencari Kebijakan Properti Extraordinary".

Bukan tanpa alasan jika taipan sekelas Sugianto Kusuma atau karib disapa Aguan yang merupakan pemilik raksasa properti Agung Sedayu Group, sesepuh sekaligus pewaris takhta Sinarmas Group Muktar Widjaja, dan CEO Lippo Group James T Riady mau berkumpul dalam event virtual.

Tersebab, webinar ini sedianya dihadiri dua menteri sekaligus. Bukan menteri tanpa portofolio, melainkan sangat memengaruhi kelangsungan bisnis properti para bos besar melalui sejumlah kebijakannya.

Baca juga: Lewat Batang, Indonesia Bersaing Ketat dengan Thailand, Vietnam, dan Kamboja

Kedua menteri ini adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Selain itu, tentu saja banyak masalah krusial terkait kebijakan yang dianggap menghambat kegiatan bisnis para taipan ini di sektor properti.

Tak mengherankan jika Sofyan A Djalil berseloroh, bahwa menurutnya jika sosok-sosok besar seperti para pengembang ini berkumpul, maka masalah yang dibicarakan pasti serius.

“Kalau all big boss tampil, memang masalahnya serius. Mana pernah Pak Sugianto dan Pak Hendro Gondokusumo (pemilik PT Intiland Development Tbk) datang ke seminar ini," ucap Sofyan sebelum membuka webinar.

Benar saja, ada banyak hal yang mereka kemukakan sepanjang webinar yang berlangsung lebih dari tiga jam ini.

Baca juga: Permen PUPR 11/2019 Jadi Polemik, Pengembang Minta Ditinjau Ulang

Aguan contohnya. Dia langsung meminta Pemerintah memberikan izin long stay pass (tinggal dalam jangka waktu lama) atau multi-years visa (perpanjangan visa) bagi Warga Negara Asing (WNA) yang berminat membeli properti.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+