Arsitek Ikut Bertanggung Jawab Atas Kemacetan Kota

Kompas.com - 17/10/2020, 11:33 WIB
Ilustrasi kemacetan ibukota. SHUTTERSTOCKIlustrasi kemacetan ibukota.

Kondisi kekurangan pertumbuhan jalan jangan lantas diakomodasi secara naif dengan membangun jalan layang lagi.

Kita tidak ingin fasad kota menjadi pemandangan hutan belantara beton jalan layang yang saling bertingkat.

Di sinilah sinergi multi-disiplin ilmu berperan untuk mengonsolidasi kepentingan dan meningkatkan produktivitas publik.

Peran arsitektur dalam transportasi

Mengurangi kemacetan lalu lintas tidak hanya melalui manajemen rekayasa lalu lintas namun dengan metoda konsep “push and pull” (menekan penggunaan kendaraan pribadi dan menariknya menggunakan angkutan umum massal).

Secara “pull” dapat juga melalui penataan kota ramah terhadap angkutan massal dan perancangan integrasi antar moda angkutan umum dalam bangunan akan menjadi bahasan tersendiri dalam displin ilmu arsitektur.

Secara kajian arsitektur dapat dibedah desain gedung yang ramah terhadap angkutan umum massal dan integrasi antar moda angkutan umum.

Memang kita akui bahwa platform penataan ruang kota kita masih belum berpihak kepada angkutan umum massal.

Bila terdapat perubahan besar dalam penataan ruang kota untuk berpihak pada angkutan umum massal, kelak banyak didapati light rail transit (LRT), bus rapid transit (BRT), bus transit system (BTS) di jalan-jalan perkotaan ataupun bakal ada sub-sub terminal di setiap kelurahan atau kecamatan.

Ahli tata kota (planolog) dapat merancang sebuah kota tentunya setelah berdiskusi dengan ahli transportasi, sosiolog dan arsitek untuk kota baru yang ramah terhadap angkutan umum massal.

Preseden lain, perancangan kota New York (Manhattan) sangat dipengaruhi oleh arsitek terkenal Louis Henry Sullivan dan muridnya Frank Lloyd Wright dengan gaya arsitektur modern peralihan Abad 18 ke 19.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X