Jalan Panjang Tabungan Perumahan Rakyat

Kompas.com - 06/06/2020, 20:40 WIB
Ilustrasi investasi Dok. ShutterstockIlustrasi investasi

"Kami ngobrol dengan direksi terkait karena menyangkut investasi. Dari diskusi akhirnya kami pilih adalah Bank BRI, karena ada komitmen," ucap Adi.

Baca juga: BRI Ditunjuk sebagai Bank Kustodi Dana Tapera

Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera Gatut Subadio menambahkan, BP Tapera juga menggunakan parameter yang sama untuk menunjuk MI.

Gatut mengatakan, mereka bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan MI yang dipilih memiliki kredibilitas serta rekam jejak yang baik.

"Untuk sementara MI yang kami tunjuk itu ada lima," kata dia.

Baca juga: Ini Skema Tapera Menurut BTN

Namun penunjukan MI sebagai pengelola dana Tapera menuai kritik. Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menilai, Tapera seharusnya berperan sebagai lembaga nirlaba.

Dengan demikian, tidak diperlukan MI untuk mengelola dana Tapera. Penunjukkan MI dinilai memiliki risiko kerugian.

Pengelolaan dana yang diserahkan kepada manajer investasi, menurut Ali, membuat lembaga tersebut lebih berorientasi ke arah komersial.

Terlebih, potensi dana Tapera yang terkumpul dapat mencapai Rp 50 triliun setahun.

"Bila hasil kelola merugi maka berdasarkan UU Pasar Modal, manajer investasi tidak bisa disalahkan karena kerugian investasi," kata Ali dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (4/6/2020).

Ali juga menyoroti pengawasan lembaga ini. Pengawasan seharusnya melibatkan peserta Tapera, dalam hal ini masyarakat, profesional, dan para pengusaha.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X