Edy Rahmayadi Minta Pemkot Medan dan Pelindo 1 Bangun Rusun di Belawan

Kompas.com - 22/10/2020, 16:32 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meninjau perkampungan warga di Lorong Ujungtanjung 2 Bagandeli-Belawan yang kerap terkena banjir rob, Rabu (21/10/2020) Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi SumutGubernur Sumut Edy Rahmayadi meninjau perkampungan warga di Lorong Ujungtanjung 2 Bagandeli-Belawan yang kerap terkena banjir rob, Rabu (21/10/2020)

Disinggung kemungkinan relokasi warga yang bermukim di jalur hijar tersebut, Edy mengatakan masih harus mempelajarinya sebab jumlah warga yang bermukim mencapai ribuan, sehingga penanganannya harus dilakukan bertahap.

Dia meminta Pemkot Medan bersama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) bersinergi menyatukan masterplan untuk menata dan mengembalikan kelestarian daerah pinggiran pantai di Belawan.

Baca juga: Proyek PLTGU Batubara Dikebut, Edy Rahmayadi: Kalau Tidak Cepat, Pindah ke Vietnam

Yarham mengatakan, akan segera menyampaikan permintaan gubernur ke Kementerian Perhubungan untuk segara ditindaklanjuti.

Menurutnya, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Belawan siap bersinergi dengan Pemkot Medan dalam menata Belawan agar lebih baik ke depan.

"Kami akan segera sampaikan arahan Bapak ke pusat. Pelindo 1 Belawan sendiri siap bersinergi dengan Pemkot Medan, memberikan dana CSR kami dalam penataan daerah ini," kata dia.

Dukungan serupa juga disampaikan Arief. Dia memasikanPemkot Medan siap mendukung penuh langkah yang akan dilakukan gubernur dan akan bersinergi dengan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) serta seluruh stakeholder yang ada untuk merumuskan. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

WALHI Sumut: Bukan banjir rob biasa

Rob tak hanya siklus alam, ada penyebab lain yang membuatnya menjadi bencana yaitu tingginya curah hujan, penurunan muka tanah akibat menurunnya daya dukung lingkungan, tingginya gelombang laut dan intensitas abrasi akibat degradasi hutan mangrove.

Pemanasan global di Indonesia disebabkan penghancuran hutan dan lahan gambut. Indonesia diprediksi akan kehilangan 25 persen hutannya pada 2030.  

Deforestasi hutan sebesar 40 persen berkontribusi terhadap meningkatnya suhu panas bumi. Pada 2015, kebakaran hutan dan lahan di Indonesia berkontribusi terhadap emisi karbon sebesar 1,5 juta ton emisi global.

Pemanasan global dan perubahan iklim inilah yang berkontribusi terhadap menurunnya daya dukung lingkungan dan keseimbangan ekologis, salah satunya banjir rob.

Baca juga: Konstruksi 2 Rest Area Perdana di Sumatera Utara Rampung

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X