UPDATE: Penyaluran FLPP Tembus 9,77 Triliun untuk 95.708 Rumah

Kompas.com - 22/10/2020, 12:42 WIB
Ilustrasi rumah. Dok. Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ilustrasi rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan ( PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat, realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP) mencapai Rp 9,77 triliun per Kamis (22/10/2020).

Anggaran tersebut disalurkan untuk membiayai sebanyak 95.708 rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan, realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 93,37 persen dari target penyaluran yang ditetapkan yakni, Rp 11 triliun.

"Sehingga total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 hingga 2020 telah mencapai 751.310 unit untuk Rp 54,14 triliun," jelas Arief dalam siaran pers, Rabu (22/10/2020).

Arief melanjutkan, dana FLPP tertinggi disalurkan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sebanyak 39.942 unit.

Kemudian disusul PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sebanyak 12.572 unit, Bank BRI Syariah sebanyak 9.511 unit, BTN Syariah sebanyak 6.591 unit, dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau BJB sebanyak 4.317 unit.

Baca juga: UPDATE: Realisasi FLPP Capai Rp 9,6 Triliun untuk 94.006 Rumah

Lalu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebanyak 3.660 unit, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebanyak 2.354 unit, Bank NTB Syariah sebanyak 1.489 unit, Bank Sumselbabel sebanyak 1.224 unit dan sisanya oleh bank pelaksana lainnya.

Sementara itu, jumlah masyarakat yang mendaftar aplikasi SiKasep telah mencapai 244.591 pengguna.

Rinciannya, 101.966 lolos subsidi checking, 11.112 dalam proses verifikasi oleh bank pelaksana, dan 173 calon debitur dalam proses pengajuan dana FLPP dari bank pelaksana ke PPDPP.

Peru diketahui, Pemerintah tetap melanjutkan program alokasi FLPP pada tahun 2021 dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 19,1 triliun.

Anggaran tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN) murni senilai Rp 16,62 triliun dan Rp 2,5 triliun dana bergulir.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk membiayai sebanyak 157.500 unit rumah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X