UPDATE: Realisasi FLPP Capai Rp 9,6 Triliun untuk 94.006 Rumah

Kompas.com - 02/10/2020, 21:00 WIB
Ilustrasi rumah. Dok. Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)Ilustrasi rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan ( PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat, realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP) mencapai Rp 9,6 triliun per Jumat (2/10/2020).

Anggaran tersebut disalurkan untuk membiayai sebanyak 94.006 rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah ( MBR).

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan, realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 91,71 persen dari target penyaluran yang ditetapkan yakni, Rp 11 triliun.

"Dengan demikian, total penyaluran FLPP dari tahun 2010 hingga 2 Oktober 2020 telah mencapai Rp 53,96 triliun untuk pembiayaan 749.608 unit rumah," terang Arief dalam siaran pers, Jumat (2/10/2020).

Sementara itu, jumlah masyarakat yang mendaftar aplikasi SiKasep telah mencapai 232.992 pengguna.

Baca juga: Subsidi Rumah FLPP Tahun Depan Tembus Rp 16,6 Triliun

Rinciannya, 96.081 lolos subsidi checking, 9.331 dalam proses verifikasi oleh bank pelaksana, serta 94.006 masyarakat telah memperoleh bantuan pembiayaan perumahan FLPP.

Pada tahun ini, jumlah bank pelaksana yang bekerjasama dengan Pemerintah dalam penyaluran FLPP sebanyak 42 Bank yang terdiri dari Bank Umum Nasional dan Bank Pemerintah Daerah ( BPD), baik nasional maupun konvensional.

Selain itu, Pemerintah juga mencatat sebanyak 20 asosiasi dan perumahan nasional telah mendaftarkan data perumahannya sebanyak 11.692 lokasi terdaftar di aplikasi Sikumbang.

Peru diketahui, Pemerintah tetap melanjutkan program alokasi FLPP pada tahun 2021 dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 19,1 triliun.

Anggaran tersebut berasal dari Anggaran Pendaparan dan Belanja Negara ( APBN) murni senilai Rp 16,62 triliun dan Rp 2,5 triliun dana bergulir.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk membiayai sebanyak 157.500 unit rumah.

PPDPP juga tengah mensinergikan data bantuan pembiayaan perumahan lainnya seperti Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan ( BP2BT) ke dalam Management Control PPDPP. 

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan data yang dimiliki oleh Pemerintah merupakan data terpadu yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan kebijakan pemerintah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X