Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Kompas.com - 24/09/2020, 11:27 WIB
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil Dokumentasi Kementerian ATR/BPNMenteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah Pandemi Covid-19 yang memberi dampak multidimensi, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berhasil mendaftarkan lebih dari 24 juta bidang tanah.

Angka ini melebihi separuh produk selama 60 tahun sejak Undang Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor Tahun 1960 lahir seluas 44 juta bidang.

Menurut Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A Djalil, tahun 2020 ini merupakan tahun ke-4 pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Dari total 24 juta bidang tanah tersebut, lebih dari 3 juta bidang tanah sudah berstatus K4 (tanah tanah yang sudah memiliki sertifikat tetapi perlu perbaikan informasi pada peta) telah didaftarkan.

Baca juga: Kementerian ATR/BPN Sebut Bank Tanah Solusi Rumah Murah

"Kami mengharapkan Tahun 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia sudah didaftar," tutur Sofyan dalam Pidato Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Agraria (UU Nomor 5 Tahun 1960) atau Hantaru, Kamis (24/9/2020).

Selain pencapaian PTSL, pada peringatan Hantaru 2020 bertema "Transformasi Digital Tata Ruang dan Pertanahan Menuju Digitalisasi Melayani yang Profesional dan Tepercaya", ini Kementerian ATR/BPN juga mencatat perubahan signifikan.

Terutama perubahan dalam Struktur Organisasi Kementerian ATR/BPN yang diharapkan dapat mewujudkan tata kelola kelembagaan yang kompetitif dari seluruh aspek manajemen operasional.

"Perubahan ini juga diharapkan dapat mengatasi sumbatan (bottleneck) pekerjaan sehingga dapat berjalan lebih cepat, efektif dan efisien," imbuh Sofyan.

Ada pun prioritas lain yang tengah dikerjakan Kementerian ATR/BPN yakni Reforma Agraria yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Reforma Agrria ini juga untuk mempermudah dan mempercepat pelaksanaan pengadaan tanah untuk kepentingan umum, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X