Trafik Jalan Tol Selama Periode Agustus Naik 13 Persen

Kompas.com - 19/09/2020, 14:35 WIB
Situasi pengendara keluar masuk dari Gerbang Tol Cikampek Utama, Jakarta, Sabtu (1/8/2020). Dokumentasi Humas Jasa MargaSituasi pengendara keluar masuk dari Gerbang Tol Cikampek Utama, Jakarta, Sabtu (1/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Trafik atau lalu lintas harian rata-rata (LHR) di gerbang-gerbang tol (GT) utama mengalami peningkatan selama periode 1-23 Agustus 2020 sebesar 13 persen dibanding Juli 2020 dari kondisi normal 281.513 kendaraan.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat pada Agustus 2020, LHR sebanyak 319.219 kendaraan. Sementara pada Juli 2020 terekam sejumlah 274.159 kendaraan.

Kepala BPJT Danang Parikesit menuturkan, trafik tol tersebut dihitung dari jumlah kendaraan yang melintasi tujuh GT utama, yakni Bakauheni, Merak, Cikupa Utama, Cikampek Utama, Palimanan, Kalikangkung, dan Kalihurip Utama.

"Selama periode Agustus ini, GT Cikupa Utama mencatat LHR tertinggi yakni 40.847 kendaraan menuju Merak, dan 41.312 kendaraan menuju Jakarta," ungkap Danang kepada Kompas.com, Sabtu (19/9/2020). 

Baca juga: Trafik Anjlok 60 Persen, ATI Nilai Kinerja Tol Masih Sesuai Ekspektasi

GT Bakauheni merupakan gerbang yang mencatat LHR paling minim yakni hanya 4.845 kendaraan menuju Lampung dan 4.982 kendaraan menuju Bakauheni.

Menurut Danang, kenaikan trafik jalan tol pada Bulan Agustus terjadi seiring berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan kembali diizinkannya operasional ruang-ruang publik, baik di Jakarta, maupun kota-kota lainnya.

Sementara, saat pemberlakuan kebijakan belajar, sekolah, dan beribadah dari rumah pada Maret dan disusul Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada April, trafik jalan tol mengalami penurunan signifikan.

Pada periode 16-31 Maret, LHR merosot 24 persen menjadi 213.959 kendaraan yang melintasi tujuh GT utama. 

Angka itu terus turun sebesar 44 persen menjadi 158.733 kendaraan pada periode April, dan puncaknya terjadi pada Bulan Mei yang anjlok sebesar 55 persen menjadi hanya 128.007 kendaraan.

Baca juga: ATI Sebut Ditundanya Kenaikan Tarif Tol, Bukti Pemerintah Lemah

Danang mencatat penurunan terbesar terjadi di GT Bakauheni, sebesar 90 persen saat diberlakukannya penyekatan kendaraan pribadi atau Golongan I.

Sementara data trafik jalan tol untuk periode September atau pasca pemberlakuan PSBB ketiga masih dianalisis BPJT.

"Data LHR Periode September, masih kami analisisis, termasuk dampak diberlakukannya PSBB terbaru," tuntas Danang.

 

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X