REI Desak Pemerintah Turunkan Pajak Properti

Kompas.com - 17/09/2020, 18:35 WIB
Ilustrasi. shutterstockIlustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Properti merupakan salah satu sektor yang paling terdampak Pandemi Covid-19, menyusul perlambatan yang terjadi dalam tiga tahun terakhir akibat krisis ekonomi global.

Oleh karena itu, dibutuhkan berbagai upaya dan stimulus untuk membangkitkan sektor properti agar kembali pulih dan menjadi lokomotif ekonomi Nasional.

Seperti diketahui, sektor properti menggerakkan 174 industri ikutan dan potensi penyerapan 30,34 juta tenaga kerja. 

Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida menuturkan, dengan fakta demikian, peran sektor properti sangat strategis. 

Baca juga: Industri Properti Bakal Anjlok hingga 30 Persen akibat PSBB Pengetatan

Namun, di tengah Pandemi Covid-19, sektor properti tak bisa bergerak aktif, terutama sub-sektor perkantoran yang mengalami penurunan drastis 74,6 persen.

Selain itu, rumah komersial juga anjlok 50-80 persen, dan pusat perbelanjaan sekitar 85 persen, dan hotel merosot tajam 90 persen.

“Hanya segmen Rumah Subsidi yang masih bertahan saat masa pandemi Covid19. Konsumen masih antusias (terutama di daerah),” kata Totok saat diskusi virtual "75 Tahun Indonesia Merdeka, Properti Penggerak Perekonomian Nasional", Kamis (17/9/2020).

Karena itu, REI mendesak pemerintah untuk memberikan insentif berupa penurunan pajak properti guna membangkitkan sektor properti.

Insentif tersebut berupa penurunan tarif PPh Final Sewa Tanah dan Bangunan sebesar 10 persen menjadi 5 persen selama masa pandemi atau untuk jangka waktu antara 12–18 bulan.

Kemudian, penurunan tarif PPh Final Jual Beli Tanah dan Bangunan sebesar 2,5 persen menjadi 1 persen selama masa pandemi atau untuk jangka waktu antara 12-8 bulan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X