Strategis, Jalan Paralel Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalbar Dibangun Bertahap

Kompas.com - 29/07/2020, 09:00 WIB
Ilustrasi jalan. Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRIlustrasi jalan.

Kemudian pembangunan Jalan Batas Kapuas Hulu/Sintang-Nanga Badau sepanjang 4,7 kilometer, Nanga Era-Batas Kaltim sepanjang 6,4 kilometer, dan pemeliharaan rutin Temajuk-Nanga Badau dan Nanga Era-Batas Kaltim sepanjang 471,9 kilometer.

Selain itu, Kementerian PUPR juga membangun 3 jembatan yakni, ruas Jalan Batas Kecamatan Siding/Selua-Batas Kecamatan Sekayan/Entikong sepanjang 300 meter, Jembatan Ruas Jalan Entikong-Rasau–Badau sepanjang 859 meter, dan Jembatan Ruas Jalan Nanga Era-Batas Kaltim sepanjang 390 meter.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Herlan Hutagaol mengungkapkan, seluruh ruas yang masih berupa hutan dari Temajok Aruk-Badau-Putusibau-Naga Era-Batas Kaltim telah dibuka oleh Zeni TNI Angkatan Darat.

"Tetapi masih terdapat badan jalan di beberapa ruas yang sudah dibuka TNI masih belum memenuhi syarat gradenya. Sehingga, memerlukan perbaikan alignment baik vertikal maupun horizontal," ujar Herlan.

Herlan melanjutkan, secara bertahap akan dilakukan perbaikan sesuai ketentuan maksimal kelandaian jalan nasional.

Selain masih memerlukan peningkatan kualitas kondisi jalan, saat ini juga masih terdapat 21 jembatan bentang antara panjang 20 hingga 80 meter dengan total panjang 845 meter yang belum ditangani dengan kebutuhan biaya sekitar Rp 303,4 miliar.

Baca juga: Dua Tahun Lagi, Jalan Paralel Perbatasan Kalbar-Malaysia Berfungsi

"Diperkirakan pada tahun 2024 semua jembatan sudah selesai dikerjakan dan fungsional jalan bisa lancar," lanjutnya.

Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran untuk proses pengaspalan dan perbaikan geometrik jalan paralel perbatasan Kalbar hingga akhir tahun 2024 (fungsional dilewati kendaraan roda empat) diperkirakan sebesar Rp 3,5 triliun,

Anggaran tersebut sudah termasuk untuk pembangunan jembatan.

Sedangkan untuk penuntasan aspal (black top) sampai akhir tahun 2026 pada ruas jalan Nanga Era-Batas Kaltim diperlukan biaya sebesar Rp 4,5 triliun.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X