Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Strategis, Jalan Paralel Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalbar Dibangun Bertahap

Pembangunan infrastruktur jalan tersebut bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah atau membuka akses daerah terisolasi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan jalan perbatasan bernilai strategis karena memiliki fungsi pertahanan dan keamananan serta menumbuhkan ekonomi di kawasan perbatasan.

“Pembangunan kawasan perbatasan bukan hanya untuk gagah-gagahan tetapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perbatasan dengan menciptakan embrio pusat pertumbuhan baru di kawasan perbatasan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran pers, Selasa (28/7/2020).

Jalan paralel perbatasan Kalbar yang tengah dibangun memiliki total panjang keseluruhan 811.32 kilometer dan dibagi menjadi dua, 607.81 kilometer berstatus jalan non-nasional dan 203.51 kilometer menjadi jalan nasional.

Hingga Juli 2020, jalan paralel sepanjang 811.32 kilometer tersebut telah tembus seluruhnya dari Temajok hingga Batas Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Seluruh jalan rata-rata memiliki lebar minimal 6 meter dan Ruang Milik Jalan (Rumija) selebar 15 hingga 25 meter.

Dari seluruh jalan yang telah tembus, kondisinya sudah teraspal sepanjang 318,89 kilometer atau mencapai progres 39,30 persen, lapisan agregat sepanjang 195.96 kilometer atau 24,15 persen, dan perkerasan tanah sepanjang 296.47 kilometer atau 36,54 persen.

Tahun ini, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga melakukan relaksasi/refocussing pagu anggaran. Sehingga, anggaran yang tersedia untuk konstruksi jalan dan jembatan sebesar Rp 247 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan ruas Temajuk-Aruk sepanjang 5,8 kilometer, pekerjaan lapis permukaan ruas Aruk–Batas Kecamatan Siding/Seluas sepanjang 6,8 kilometer, pembangunan Jalan Ruas Batas Kecamatan Siding/Seluas-Batas Kecamatan Sekayan/Entikong sepanjang 56 kilometer.

Kemudian pembangunan Jalan Batas Kapuas Hulu/Sintang-Nanga Badau sepanjang 4,7 kilometer, Nanga Era-Batas Kaltim sepanjang 6,4 kilometer, dan pemeliharaan rutin Temajuk-Nanga Badau dan Nanga Era-Batas Kaltim sepanjang 471,9 kilometer.

Selain itu, Kementerian PUPR juga membangun 3 jembatan yakni, ruas Jalan Batas Kecamatan Siding/Selua-Batas Kecamatan Sekayan/Entikong sepanjang 300 meter, Jembatan Ruas Jalan Entikong-Rasau–Badau sepanjang 859 meter, dan Jembatan Ruas Jalan Nanga Era-Batas Kaltim sepanjang 390 meter.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Herlan Hutagaol mengungkapkan, seluruh ruas yang masih berupa hutan dari Temajok Aruk-Badau-Putusibau-Naga Era-Batas Kaltim telah dibuka oleh Zeni TNI Angkatan Darat.

"Tetapi masih terdapat badan jalan di beberapa ruas yang sudah dibuka TNI masih belum memenuhi syarat gradenya. Sehingga, memerlukan perbaikan alignment baik vertikal maupun horizontal," ujar Herlan.

Herlan melanjutkan, secara bertahap akan dilakukan perbaikan sesuai ketentuan maksimal kelandaian jalan nasional.

Selain masih memerlukan peningkatan kualitas kondisi jalan, saat ini juga masih terdapat 21 jembatan bentang antara panjang 20 hingga 80 meter dengan total panjang 845 meter yang belum ditangani dengan kebutuhan biaya sekitar Rp 303,4 miliar.

"Diperkirakan pada tahun 2024 semua jembatan sudah selesai dikerjakan dan fungsional jalan bisa lancar," lanjutnya.

Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran untuk proses pengaspalan dan perbaikan geometrik jalan paralel perbatasan Kalbar hingga akhir tahun 2024 (fungsional dilewati kendaraan roda empat) diperkirakan sebesar Rp 3,5 triliun,

Anggaran tersebut sudah termasuk untuk pembangunan jembatan.

Sedangkan untuk penuntasan aspal (black top) sampai akhir tahun 2026 pada ruas jalan Nanga Era-Batas Kaltim diperlukan biaya sebesar Rp 4,5 triliun.

https://properti.kompas.com/read/2020/07/29/090000021/strategis-jalan-paralel-perbatasan-indonesia-malaysia-di-kalbar-dibangun

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar