Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kereta Api Indonesia Gencar Cari "Master Lease" Aset Properti

Kompas.com, 23 Juli 2020, 14:30 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak cara dilakukan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mengelola aset propertinya.

Salah satunya yang sedang dijalankan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui anak usahanya PT Kereta Api Properti Manajemen (KAPM).

Mereka gencar mencari master lease atau penyewa utama untuk mengisi dan mengelola aset-aset properti dan tanah yang dimiliki induk usaha.

Sebagaimana diketahui, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki sejumlah lahan yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Baca juga: Tiga Cara Optimalisasi Aset BUMN

Dengan konsep ini, pemilik lahan berperan sebagai penyedia properti sedangkan pengelolaan diserahkan kepada pihak lain sebagai penyewa dan pengembang bisnisnya.

Menurut Yudi Ali Marsyahid dari KAPM, cara ini dapat mengurangi risiko bisnis bagi penyedia properti karena tarif sewa dan jangka waktu kerja sama telah disepakati terlebih dahulu.

"Kelebihan dari skema ini di mana partner bersedia membayar DP sewa 20 persen di muka," kata Yudi dalam diskusi daring pada Selasa (21/7/2020).

Dana yang didapatkan di muka tersebut bisa digunakan untuk membiayai kegiatan konstruksi dan keperluan lainnya.

Penyewan aset dan lahan properti ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan yang mencakup tiga pengembangan yang menjadi fokus usaha yakni real estat, property investment, dan property management.

Baca juga: PT Pos Properti Gandeng Pemda Bangun Co-Working Space

Namun selama pandemi, perusahaan kini melakukan reorientasi bisnis dengan mengurangi pengembangan atau penjualan unit apartemen dan perumahan.

Selain itu, perusahaan kini juga menjadwalkan ulang beberapa rencana pengembangan land bank.

"Akhirnya untuk era new normal kami fokus pengembangan recurring business dan developer atau master developer," ujar Yudi.

Dia menjelaskan, untuk fokus strategi developer atau master developer perusahaan mengembangkan apartemen, ruko, perkantoran, dan lainnya dengan skema hak guna bangunan (HGB) yang dikembangkan di atas lahan dengan hak pengelolaan (HPL)

"Kemudian untuk bisnis recurring kami kembangkan dalam bentuk persewaan jangka panjang atau jangka pendek, untuk hotel, perkantoran, ritel, dan lain-lain," tutur dia.

 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau