Sektor Perkantoran Jakarta Merana, Serapan Negatif, Harga Sewa Turun

Kompas.com - 23/07/2020, 13:55 WIB
Ilustrasi www.shutterstock.comIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Seluruh matriks kinerja perkantoran di Jakarta dilaporkan negatif, menyusul aktivitas penyewaan yang tersendat terutama pada April hingga Juni 2020.

Laporan riset Cushman and Wakefield Indonesia menunjukkan, kondisi tambah menantang yang dipicu oleh pandemi Covid-19 yang memburuk dan pengurangan operasional kantor serta pembatasan perjalanan yang diterapkan di Jakarta.

Tidak ada transaksi baru yang terjadi pada hampir seluruh bangunan antara April dan Mei, walaupun beberapa peningkatan aktivitas mulai terlihat pada bulan Juni.

Hal ini ditandai dengan permintaan untuk ruang kerja dengan luasan di bawah 200 meter persegi dan lebih giatnya aktivitas inspeksi bangunan mengingat beberapa pembatasan operasional kantor mulai diringankan.

Baca juga: Setelah Pandemi, Permintaan Gedung Perkantoran Bakal Menyusut

Executive Director, Commercial, Cushman and Wakefield Indonesia Nonny Subeno mengatakan, selain penyewaan ruang lebih dari 10.000 meter persegi yang dilakukan oleh suatu perusahaan di bidang jasa, kontrak sewa baru masih tetap terbatas.

"Untuk pertama kalinya sejak krisis finansial Asia pada 1999, tingkat serapan secara umum di pada Kuartal II-2020 tercatat negatif 44.300 meter persegi, menurunkan angka tingkat serapan bersih hingga saat ini mencapai negatif 12.700 meter persegi," tutur Nonny dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (23/7/2020).

Pengurangan area kerja, relokasi, hingga penutupan kantor terlihat pada beberapa bangunan Grade B dan C, walaupun tingkat serapan bersih pada sektor Grade A masih tercatat positif.

Hinga akhir Juni 2020, tingkat hunian perkantoran CBD Jakarta secara umum untuk seluruh grade mengalami penurunan ke 74.2 persen.

Sementara perkantoran Grade B mengalami penurunan paling tajam untuk tingkat hunian pada kuartal ini sebesar 5,3 persen, menjadi 70,7 persen.

Turunnya tingkat hunian ini berdampak pada harga sewa dasar dalam Rupiah sebesar 5,5 persen dari kuartal sebelumnya menjadi Rp 198.000 per meter persegi per bulan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X