Jalan dan Kereta, Belanja Infrastruktur Terbesar Pemerintahan Jokowi

Kompas.com - 16/07/2020, 21:31 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). Jokowi mengaku puas setelah meninjau lokasi tersebut yang nantinya akan dibangun kluster pemerintahan, termasuk Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). Jokowi mengaku puas setelah meninjau lokasi tersebut yang nantinya akan dibangun kluster pemerintahan, termasuk Istana Kepresidenan.

"Kami berharap pengembangan MRT ini akan terus berlanjut selama dekade berikutnya. Bahkan, ketika Jokowi berencana memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur," imbuh Fitch.

Baca juga: Basuki Bantah Proyek Bendungan Sepaku Semoi Terkait Ibu Kota Baru

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini mempertimbangkan buruknya mobilitas Jakarta dan kota-kota di sekitarnya. Padahal, kota ini diperkirakan akan menjadi pusat penting bagi aktivitas keuangan dan bisnis.

Proyek Ibu Kota Baru

Sementara pembangunan ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur juga akan menghasilkan peluang dalam pembangunan infrastruktur selama dekade berikutnya.

Karena lokasi yang dipilih untuk ibu kota baru terletak di daerah dengan infrastruktur fisik minim, investasi besar dalam infrastruktur transportasi dan tenaga listrik harus dilakukan untuk mendukung kegiatan ekonomi.

Fitch memperkirakan dana yang dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur di ibu kota baru ini sekitar 33 miliar dollar AS.

Seperti diketahui, proyek relokasi ibu kota ini akan sangat bergantung pada investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI).

Selain komitmen keuangan dari Uni emirat Arab (UEA), sumber lain dari dukungan keuangan asing kemungkinan akan berasal dari Jepang, AS dan China.

Fitch mencatat, Turki juga menyatakan minatnya untuk mendukung proyek tersebut. Pernyataan minat ini diumumkan pada Bulan Juni 2020.

Baca juga: BPJT Tegaskan Ground Breaking Tol Ibu Kota Baru Tidak Dimulai Tahun Ini

Sebelumnya, kontraktor Turki telah terlibat dalam proyek-proyek infrastruktur yang terkait dengan peralihan ibu kota Kazakhstan dari Almaty ke Nur-Sultan, dan saat ini berusaha untuk mendiversifikasi bisnisnya dengan beroperasi di kawasan Asia Tenggara.

Namun, tampaknya rencana yang sedianya dijalankan pada 2020 ini bakal mundur ke tahun 2021 karena Pandemi Covid-19 .

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.