Cowell dalam Pailit, Ini yang Harus Dilakukan Konsumen

Kompas.com - 15/07/2020, 20:17 WIB

Konsumen dapat mengikuti format pengajuan pencatatan seperti di bawah ini:

Formulir Pengajuan Tagihan Konsumen PT Cowell Development Tbk (Dalam Pailit)Tim Kurator Cowell Development Formulir Pengajuan Tagihan Konsumen PT Cowell Development Tbk (Dalam Pailit)

Demi kelancaran proses pemeriksaan pencatatan tersebut, Para Kreditor pada saat pengajuan pencatatan pembayaran wajib membawa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan hubungan antara konsumen dengan PT Cowell Development Tbk (Dalam Pailit).

Baca juga: Cowell di Ambang Pailit, Rapat Kreditor 22 Juli 2020

"Atau apabila melakukan pengajuan pencatatan melalui email, mohon lampirkan scan dokumen pendukung pengajuan pencatatan pembayaran tersebut," imbuh Tim Kurator.

Untuk diketahui, PT Cowell Development Tbk (Dalam Pailit) merupakan pengembang properti yang membangun lima properti residensial, yaitu The Oasis, La Verde, Borneo Paradisono, Lexington Residence, dan Melati Mas Residence.

Khusus The Oasis dan Borneo Paradiso dikembangkan dengan konsep mixed-use yang menggabungkan fasilitas perumahan, komersial, dan pendukung dalam satu area yang cukup besar.

Selain lima residensial, mereka juga mengembangkan properti komersial Plaza Atrium, di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, dan Cowell Tower juga di lokasi yang sama.

Sebelumnya diberitakan, status pailit diputuskan oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat terhadap PT Cowell Development Tbk (Dalam Pailit), 6 Juli 2020, dalam Perkara Nomor: 21/Pdt. Sus/Pailit/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

Baca juga: Terkait KIK DIRE, Cowell Berniat Tambah Pendapatan dari Sektor Mall

Diketahui, PT Multi Cakra Kencana Abadi selaku kreditor merupakan pihak yang mengajukan permohonan Pailit di Pengadilan Niaga pada PN Jakarta Pusat.

Dalam keterangannya kepada Kompas.com, Selasa (14/7/2020), Tim Kuasa Hukum PT Cowell Development Tbk (Dalam Pailit) Jimmy Simanjuntak menjelaskan, pengajuan pailit yang dilakukan PT Multi Cakra Kencana Abadi sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ( PKPU).

"Debitor yang mempunyai dua atau lebih kreditor dan tidak membayar sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih dapat dinyatakan pailit dengan putusan pengadilan, baik atas permohonannya sendiri maupun atas permohonan satu atau lebih kreditornya," terang Jimmy.

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X