SMF Siap Penuhi Kewajiban Obligasi Tepat Waktu

Kompas.com - 13/07/2020, 11:08 WIB
Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo. Dokumentasi SMFDirektur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menyatakan kesiapannya untuk memenuhi kewajiban pokok obligasi beserta bunganya tepat waktu.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, komitmen tersebut tecermin dalam peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) baik untuk korporasi maupun obligasi SMF.

Menurut Ananta, peringkat tersebut merupakan peringkat tertinggi yang menandakan kemampuan SMF untuk membayar kewajiban tepat waktu.

"Dengan demikian, perusahaan dapat memberikan rasa aman bagi para investor," ujar Ananta dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Dinilai Kompetitif, Kinerja EBA-SP SMF Sekitar 7-10 Persen

Dia menegaskan, peringkat tersebut juga mencerminkan profil permodalan yang kuat dan didukung oleh kualitas ase yang baik serta tingkat dukungan yang kuat dari pemerintah.

Dalam waktu dekat ini, perusahaan akan membayar sejumlah pokok serta bunga obligasi yang akan jatuh tempo.

Adapun nilai total pokok dan bungan obligasi tersebut mencapai Rp 539 miliar yang mencakup Obligasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2019 Seri A dengan nilai pokok Rp 428 miliar dan bunga sebesar Rp 8,91 miliar. Obligasi ini akan jatuh tempo pada 14 Juli 2020.

Perusahaan juga akan akan melunasi Sukuk Mudharabah I Tahap I Tahun 2019 akan jatuh temp, dengan pokok sebesar Rp 100 miliar dengan bagi hasil sebesar Rp 2,08 miliar.

SMF telah aktif menerbitkan surat utang sejak tahun 2009. Hingga akhir tahun 2019 perusahaan sudah menerbitkan 40 kali surat utang, termasuk Surat Berharga Komersial.

Baca juga: SMF Siap Gandeng BP Tapera, Terbitkan Surat Berharga

Sementara total nilai penerbitan mencapai Rp 34,054 triliun yang terdiri dari 29 kali penerbitan obligasi dengan nilai Rp 30,10 triliun, 10 penerbitan Medium Term Note (MTN) dengan nilai Rp 3,83 triliun dan satu kali penerbitan Surat Berharga Komersial sebesar Rp 120 miliar.

Penerbitan obligasi merupakan upaya dari SMF dalam memenuhi perannya sebagai penyedia likuiditas jangka panjang bagi penyalur KPR.

"Hal tersebut merupakan bentuk dukungan SMF untuk ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” tuntas Ananata.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X