Pandemi Dorong Lahirnya Proyek Hunian Baru di Luar Kota

Kompas.com - 12/07/2020, 11:00 WIB
Ilustrasi rumah. Dok. PPDPP Kementerian PUPRIlustrasi rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 mengubah hampir seluruh kebiasaan hingga aktivitas masyarakat.

CEO PTI Architects Doddy Tjahjadi menuturkan, anjuran untuk menerapkan jarak fisik atau physical distancing membuat seluruh pertemuan dilakukan secara virtual.

Doddy menegaskan, pembatasan selama pandemi menjadi katalis bagi masyarakat untuk beraktivitas secara daring, mulai dari bekerja, belanja, belajar, dan lainnya.

Baca juga: Pandemi Mengubah Keinginan Konsumen tentang Rumah

Tren ini, menurut Doddy, akan menjadi kebiasaan atau gaya hidup baru. Para pekerja bisa saja hanya masuk ke kantor dua atau tiga hari dalam satu minggu.

Terlebih, setelah adanya imbauan bekerja dari rumah atau wor from home (WFH) perusahaan mulai mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian.

"Seandainya pekerjanya tidak harus di kantor lagi dalam lima hari, dalam beberapa hal beberapa perusahaan membebaskan karyawannya untuk bekerja di rumah," kata Doddy.

Dengan demikian, tren ini secara langsung juga berdampak pada aktivitas bepergian para pekerja.

ilustrasi rumah yang memiliki area terbuka untuk bersantaiiSTOCK/LORADO ilustrasi rumah yang memiliki area terbuka untuk bersantai
Apabila sebelumnya karyawan menghabiskan total 20 jam dalam satu minggu untuk menempuh perjalanan menuju ke kantor, maka kebiasaan baru ini bisa mengurangi kepadatan di pusat kota serta waktu yang digunakan untuk menempuh perjalanan.

Dengan demikian, jika karyawan tidak harus melakukan pekerjaan di kantor lagi, maka pekerja tidak harus tinggal di pusat kota.

Hal ini, menurut Doddy, akan mempercepat berkembangnya pusat-pusat kota baru yang jauh dari kepadatan di kota lama.

Baca juga: Miliki Rumah di Tengah Pandemi Bukan Lagi Mimpi

"Tiba-tiba kalau mereka masuk dua atau tiga hari, itu akan berpengaruh signifikan sekalli dalam perubahan jam kerja. Orang akan menerima untuk tinggal di tempat-tempat yang lebih jauh," ucap dia.

Nah dengan adanya perubahan ini, maka bisa dipastikan akan bermunculan proyek-proyek pengembangan baru.

Proyek-proyek tersebut diperkirakan muncul dengan harga yang lebih murah lantaran didirikan di daerah dengan harga lahan yang masih wajar.

"Proyek-proyek dengan harga tanah yang lebih murah akan memberikan harga yang lebih kompetitif dan lifestyle yang lebih hijau, fasilitas lebih luas karena harga tanah lebih wajar," pungkas Doddy.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X