Dampak Buruk Corona, Bisnis Hotel di Surabaya Anjlok hingga Level Terendah

Kompas.com - 14/07/2020, 09:10 WIB
Ilustrasi - Kamar hotel Shutterstock/Dragon ImagesIlustrasi - Kamar hotel

Kendati demikian, Surabaya masih akan menambah pasokan kamar baru hingga Semester II-2020 dengan total 404 unit dari dua hotel.

Keduanya berklasiikasi bintang lima yakni The Westin Surabaya di Pakuwon Supermall milik PT Pakuwon Jati Tbk, dan Double Tree by Hilton di kawasan Gubeng, Surabay Timur.

Jika sesuai rencana, tambahan kamar baru tersebut akan menggenapi total pasokan menjadi 14.306 kamar.

Baca juga: Surabaya Tambah Tiga Mal Tahun Ini, Persaingan Makin Sengit

Sebaliknya, jika pemilik memilih menunda pembukaan, maka jumlah total kamar hotel di Kota Pahlawan ini akan tetap di angka 13.902 unit.

Sementara proyek baru lainnya yang dijadwalkan beroperasi hingga 2022 adalah Ibis Hotel Shafira Surabaya dengan 180 kamar berklasifikasi bintang tiga.

Kemudian, Swiss-Bel Hotel Darmo Surabaya dengan 226 kamar berklasifikasi bintang empat, The Trans Luxury Hotel sebanyak 200 kamar dan Pullman Hotel Surabaya 300 kamar berklasifikasi bintang lima.

Perubahan Desain Interior

Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada pasar tetapi mengubah desain interior dan komponen yang terkait dengan hotel.

Area di dalam hotel yang digunakan sebagai ruang publik atau untuk sekelompok besar orang mengalami rancangan ulang.

Perubahan tersebut dilakukan untuk mengakomodasi pembatasan yang tidak memungkinkan orang untuk berkumpul di sebuah ruangan dalam jumlah banyak.

Baca juga: Tahukah Anda, Mal Terluas Se-Indonesia Ada di Surabaya?

"Sangat mungkin untuk melihat perubahan desain seperti di restoran, terutama saat sarapan, umumnya dianggap cukup padat," kata Ferry.

Seperti diketahui, rekomendasi WHO yang hanya menoleransi maksimal 4 orang di ruangan 10 meter persegi.

Meja harus diatur sedemikian rupa sehingga jarak dari belakang satu kursi ke belakang yang lain tidak lebih dari satu meter dan tamu saling berhadapan setidaknya satu meter.

"Rekomendasi ini akan diterjemahkan ke dalam kebutuhan tempat yang luas untuk restoran. Kemungkinan penyesuaian dalam operasi sehari-hari adalah aplikasi teknologi seperti penggunaan sensor termal yang cukup umum ditemukan saat ini," jelas Ferry.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X