Miliki Rumah di Tengah Pandemi Bukan Lagi Mimpi

Kompas.com - 28/06/2020, 07:00 WIB
Aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) yang diluncurkan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR. Dok. SiKasepAplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) yang diluncurkan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR.

“Saat pandemi ini ada penurunan pengajuan, tapi enggak signifikan. Biasanya 20 (konsumen) per bulan, jadi 15 per bulan. Kami harus tetap selektif. Jangan setelah mengajukan nanti di-PHK. Soalnya itu berhubungan dengan NPL (non-performing loan). Kalau ada apa-apa, nanti ditegur PPDPP,” terangnya.

Hingga saat ini, Bank Jateng telah menjalin kerja sama dengan 10-15 asosiasi pengembang, di antaranya REI dan Apersi.

Alasan dipilihnya sejumlah asosiasi tersebut yakni dianggap sudah berpengalaman dalam penyaluran KPR subsidi.

Seleksi lainnya juga dilakukan melalui aplikasi Sistem Registrasi Pengembang (Sireng), yang juga dikeluarkan oleh Kementerian PUPR.

Dalam pelaksanaannya, sambung Putri, ada pengembang yang ingin agar pihak bank meloloskan lebih banyak calon nasabah.

Namun, bagaimanapun juga, bank harus tetap selektif dan tidak bisa sembarangan supaya terhindar dari kredit macet seperti yang disebutkan tadi.

Dia pun menyarankan PPDPP agar meningkatkan kualitas teknologi dalam aplikasi SiKasep.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sebagai salah satu bank penyalur KPR subsidi melalui SiKasep juga merasakan perubahan dari mewabahnya Covid-19.

Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage & Personal Lending Division BTN Suryanti Agustinar berujar, paling tidak ada dua perubahan yang dirasakan BTN.

Pertama, yaitu proses seleksi calon nasabah harus lebih diperketat karena ada calon debitur yang mengalami penurunan pendapatan, bahkan tidak lagi memiliki pekerjaan.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X