Kaleidoskop 2018: Rentetan Kasus Kecelakaan Konstruksi

Kompas.com - 28/12/2018, 14:38 WIB
Antusias masyarakat saat hari pertama uji coba kereta Bandara Soekarno-Hatta di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta, Selasa (26/12/2017). Uji coba KA Bandara Soekarno-Hatta dilakukan hingga peresmian operasinya pada 2 Januari 2018. Selama uji coba, PT KAI telah menetapkan harga tiket yang bisa dibeli warga, yakni Rp 30.000. MAULANA MAHARDHIKAAntusias masyarakat saat hari pertama uji coba kereta Bandara Soekarno-Hatta di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta, Selasa (26/12/2017). Uji coba KA Bandara Soekarno-Hatta dilakukan hingga peresmian operasinya pada 2 Januari 2018. Selama uji coba, PT KAI telah menetapkan harga tiket yang bisa dibeli warga, yakni Rp 30.000.

Akibat peristiwa tersebut, seorang penumpang mobil meninggal dunia dan seorang lainnya mengalami luka-luka setelah mobil yang mereka tumpangi tertimbun urugan tanah dan beton.

Kementerian Perhubungan pun menghentikan sementara kegiatan operasi kereta bandara yang baru beroperasi.

Selain itu, PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor pelaksana diminta untuk membongkar karena diduga terjadi kesalahan desain.

Dua pekan kemudian, proyek lain yang juga dikerjakan Waskita Karya mengalami kecelakaan yaitu Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Akibat peristiwan ini, tujuh pekerja terpaksa dirawat di rumah sakit karena luka kritis.

Baca juga: Bekisting Pierhead Tol Becakayu yang Ambruk, Digarap Waskita Karya

Setelah rentetan peristiwa tersebut, pada pertengahan Maret 2018 Kementerian PUPR memberikan rekomendasi sanksi bagi BUMN karya yang melakukan kesalahan kepada Kementerian BUMN.

Rekomendasi itu ada yang hanya berupa sanksi administratif, penggantian kepala proyek, hingga jajaran direksi.

Namun, sanksi yang telah diberikan bukannya membuat kecelakaan tak lagi terjadi. Pada 17 April 2018, dua kecelakaan sekaligus justru terjadi di dua lokasi berbeda.

Evakuasi korban jembatan nasional yang menghubungkan Kabupaten Lamongan-Tuban, Jawa Timur, atau tepatnya Jembatan Babat-Widang yang ambruk masih terus dilakukan, Selasa (17/4/2018) siang.
KOMPAS.com/Hamzah Evakuasi korban jembatan nasional yang menghubungkan Kabupaten Lamongan-Tuban, Jawa Timur, atau tepatnya Jembatan Babat-Widang yang ambruk masih terus dilakukan, Selasa (17/4/2018) siang.
Pertama, Jembatan Babat-Widang yang menghubungkan Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Tuban tiba-tiba ambruk sekitar pukul 10.50 WIB.

Akibat peristiwa ini, tiga truk dan satu unit motor terjun ke Sungai Bengawan Solo yang mengalir di bawahnya.

Selain itu, dua orang meninggal dunia dan satu orang ditemukan selamat dan langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapat pertolongan.

Kecelakaan kedua terjadi pada pekerjaan overpass akses Jalan Tumaluntung yang melintas di atas lokasi rencana Tol Manado-Bitung. Peristiwa terjadi saat tiba-tiba salah satu slab runtuh ketika dilaksanakan pengecoran in site.

Baca juga: Konstruksi Relatif Sederhana, Tol Manado-Bitung Ambruk

Akibat kecelakaan yang terjadi pada proyek yang digarap PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ini, 21 orang mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Sementara dua orang lainnya meninggal dunia karena tertimbun reruntuhan.

Kecelakaan kerja yang terus menerus terjadi akhirnya memaksa Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk selalu mengingatkan para kontraktor agar bekerja sungguh-sungguh dan mengedepankan aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X