Kondisi Terkini Transportasi Jakarta, Kuncinya Ada di Integrasi

Kompas.com - 20/11/2020, 17:00 WIB
LRT Jakarta beroperasi secara komersial mulai Minggu (1/12/2019). Foto diambil di Stasiun Velodrome. KOMPAS.COM/NURSITA SARILRT Jakarta beroperasi secara komersial mulai Minggu (1/12/2019). Foto diambil di Stasiun Velodrome.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan transportasi publik di Jakarta hingga saat ini masih terus dikembangkan.

Menurutnya pengembangan transportasi publik dilakukan dengan tiga macam integrasi. Yaitu integrasi fisik, integrasi payment, dan integrasi manajemen pengembangan transportasi.

"Jadi, kami di DKI ini melakukan berbagai integrasi dalam kebijakan transportasi publik, Integrasi secara fisik, integrasi secara payment sistem ini sedang diproses, ketiga integrasi dalam manajemen pengembangannga," kata Anies di Jakarta, Kamis (20/11/2020) malam.

Anies menjelaskan integrasi fisik dilakukan dengan menghubungkan antar-moda transportasi publik yang ada di Jakarta.

Hal itu penting untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi mobilitas masyarakat untuk menjangkau tujuannya.

Baca juga: Solusi Jakarta Bebas Macet, Anies Bangun 5 Stasiun Integrasi Tambahan

Kedua, integrasi secara payment atau sistem pembayaran. Sistem ini digunakan untuk berbagai macam transportasi publik yang terintegrasi melalui satu kartu JakLingko.

JakLingko sendiri merupakan sistem integrasi transportasi publik yang memuat integrasi rute, integrasi manajemen, dan integrasi pembayaran.

Integrasi ini tidak hanya melibatkan bus besar, bus medium, dan bus kecil di Transjakarta tetapi juga akan melibatkan transportasi berbasis rel seperti MRT, dan LRT.

Sementara ketiga, integrasi pengembangan layanan fasilitas transportasi publik.

Menurut Anies, hal ini sudah dilakukan dengan membuat papan petunjuk jalan di beberapa titik dekat stasiun dan halte.

Isinya memberikan informasi jelas tentang arah dan rute transportasi publik yang saling terhubung di lokasi tersebut.

"Jadi petunjuk jalan ini kami buat untuk memberikan informasi bagi warga DKI, terutama bagi pendatang, yang menggunakan transportasi publik di ibu kota," jelasnya.

Tak hanya itu, Dirut Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartanto menambahkan, di setiap Stasiun di Jakarta akan dilengkapi dengan lokasi parkir sepeda.

Baca juga: Solusi Jakarta Bebas Macet, Anies Bangun 5 Stasiun Integrasi Tambahan

"Jadi ini ditargetkan lima stasiun lagi sudah pedestrian flriendly, integrasi. Jadi, kami akan siapkan parkir sepeda juga. Sehingga mereka pejalan kaki, pesepeda dan umumnya warga Jakarta dapat menggunakan transportasi publik dengan nyaman," tutur Didiek.

Lima stasiun tersebut adalah Stasiun Manggarai (Jakarta Selatan), Stasiun Tebet (Jakarta Selatan), Stasiun Gondangdia (Jakarta Selatan), Stasiun Palmerah (Jakarta Pusat), dan Stasiun Jakarta Kota (Jakarta Barat).

Hingga saat ini, terdapat empat stasiun kereta yang sudah terintegrasi dengan sejumlah moda transportasi publik yaitu Stasiun Juanda, Senen, Tanah Abang, dan Sudirman.

Lokasi integrasi ini menghubungkan Stasiun MRT, Halte Transjakarta, Jaklingko, bajaj, serta titik antar-jemput maupun shelter ojek pangkalan dan ojek online.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X