Kompas.com - 04/09/2020, 20:30 WIB
Ilustrasi apartemen. PIXABAY/paulbr75Ilustrasi apartemen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pengembang berlomba menarik konsumen dengan mengusung konsep transit oriented development (TOD).

Di Indonesia, proyek hunian TOD dibangun di tengah kota-kota besar yang dekat dengan fasilitas transportasi publik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Konsep ini mengadopsi tata ruang campuran dan maksimalisasi penggunaan angkutan massal seperti bus TransJakarta, Kereta Rel Listrik (KRL), dan Light Rail Transit (LRT) yang dilengkapi jaringan pejalan kaki atau sepeda.

Kompas.com merangkum empat pengembangan proyek hunian berkonsep TOD dengan harga terjangkau, berikut daftarnya:

1. Mahata

Proyek-proyek hunian terkini yang dibangun Perumnas khususnya apartemen, terintegrasi dengan moda transportasi kereta komuter, yakni Mahata Tanjung Barat, tapi juga Mahata Margonda, serta Mahata Serpong.

Untuk proyek Mahata Tanjung Barat, terdapat 3 tipe unit yang ditawarkan di hunian vertikal ini, mulai studio sampai tipe dua kamar tidur di tiga tower yang dibangun. Untuk tipe studio dengan luas 24 meter persegi, pengembang menawarkan dengan harga Rp 602 juta.

Pemberitaan Kompas.com, 13 Desember 2020 menyebutkan, Apartemen Mahata Tanjung Barat dibangun di lahan seluas 15.244 meter persegi dengan total hunian sebanyak 1.216 unit.

Baca juga: Pemerintah Dorong Milenial Tinggal di Hunian Berbasis TOD

Proyek ini menempel stasiun commuterline Tanjung Barat dan dekat dengan kawasan perkantoran CBD Simatupang, pusat perbelanjaan AEON Mall, Pondok Indah Mall, Kebun Binatang Ragunan dan Pondok Indah Waterpark.

Kemudian untuk Mahata Margonda berlokasi di di Stasiun Pondok Cina. Pemberitaan Kompas.com 28 April 2019 menyebutkan, Direktur Pemasaran Perum Perumnas Anna Kunti memastikan, hunian ini dibangun di atas lahan milik PT KAI (Persero).

Lokasi pembangunan ini membuat apartemen mudah diakses oleh kalangan pekerja dan profesional dengan menggunakan commuter line.

Untuk tipe studio dipasarkan mulai harga Rp 212 juta, tipe satu kamar tidur mulai Rp 297 juta, dan dua kamar tidur mulai harga Rp 1 miliar.

Sedangkan untuk proyek Mahata Serpong, berlokasi di Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan.

Salah satu tipe unit yang ditawarkan adalah studio dengan harga mulai Rp 390 juta, dua kamar tidur dipasarkan mulai Rp 630 juta, dan tiga kamar tidur dijual mulai Rp 1 miliar.

Area pengembangan dilengkapi dengan fasilitas penunjang kesehatan dan kenyamanan, seperti wall climbing, jogging track, area komesial, dan akses langsung ke transportasi umum.

2. Serpong Garden Apartment

Pengembang properti PT Hutama Anugrah Propertindo (HAP) mengembangkann proyek Serpong Garden Apartment di lahan seluas 2,7 hektar.

Proyek ini mengusung konsep TOD sudah terintegrasi langsung dengan kawasan Stasiun Commuterline Cisauk dan akan dihubungkan dengan jembatan atau skybridge.

Baca juga: Perkampungan di Jakarta Memenuhi Unsur Hunian TOD

Integrasi ini diharapkan akan memudahkan penghuni menuju ke sentral bisnis di Jakarta, Sudirman, dan CBD. Pemberitaan Kompas.com menyebutkan, harga terendah yang ditawarkan mulai Rp 200 juta-Rp 300 juta.

3. Green Avenue

PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui anak usaha, PT Adhi Commuter Properti (ACP) tengah giat mengembangkan apartemen terintegrasi infrastruktur transportasi light rail transit ( LRT) Jabodebek.

Tak hanya terintegrasi LRT, proyek-proyek tersebut juga dekat atau terhubung dengan infrastruktur transportasi lainnya seperti busway, dan KRL Jabodebek.

Salah satu properti yang kini dikembangkan adalah apartemen Green Avenue di Bekasi. LRT City Green Avenue Bekasi dikembangkan di atas lahan seluas 1,9 hektar yang mencakup tiga menara apartemen setinggi 41 lantai.

Komposisinya antara lain 34 lantai untuk hunian, tiga lantai mal dan empat lantai parkir (885 lot).

Menara pertama berisi sebanyak 736 unit, menara kedua 1.403 unit dan menara ketiga 736 unit, dengan total lebih dari 2.800 unit.

Baca juga: Lahan, Tantangan Terbesar Pembangunan Hunian Berbasis TOD

Pemberitaan Kompas.com menyebutkan, harga jual aktual Rp 400 jutaan dari sebelumnya Rp 300 jutaan.

4. Royal Sentul Park

Kawasan LRT City Royal Sentul Park dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Property (ACP) dengan pendekatan konsep TOD.

Harga yang dipatok untuk tipe studio berukuran 22 meter persegi Rp 407 juta, satu kamar tidur (35,5 meter persegi) mulai dari Rp 600 jutaan dan 2 kamar tidur (50 meter persegi) mulai dari Rp 800 jutaan.

Pengembang juga melengkapi apartemen ini dengan fasilitas lifestyle mall, shopping arcade, cullinary street, thematic shop houses, community plaza, dan area komersial



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.