Perkampungan di Jakarta Memenuhi Unsur Hunian TOD

Kompas.com - 28/07/2020, 14:31 WIB
Ilustrasi kampung di Jakarta SHUTTERSTOCKIlustrasi kampung di Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menyiapkan 24 rencana titik pengembangan Transit Oriented Development (TOD) dari sistem jaringan perkeretaapian guna menyelesaikan masalah kemacetan di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabek-Punjur).

Advisory Sales Colliers International Indonesia Monica Koesnovagril mengungkapkan ketersediaan lahan dengan harga murah menjadi tantangan terbesar dalam pengembangan hunian TOD.

Dia mengatakan, prinsip pengembangan hunian berbasis TOD adalah mengintegrasikan seluruh aspek, meminimalisasi penggunaan transportasi pribadi, ramah lingkungan, dan yang terpenting mengubah perilaku penghuni.

Baca juga: Lahan, Tantangan Terbesar Pembangunan Hunian Berbasis TOD

Mengacu pada prinsip ini, imbuh dia, tak heran jika sampai sekarang belum ada satu pun pengembangan di Indonesia, terutama Jakarta dapat disebut sesuai dengan prinsip TOD.

Padahal menurut Direktur AsiaTenggara Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia Faela Sufa, kampung-kampung di kota khususnya di Jakarta sudah memenuhi prinsip TOD terutama kepadatan.

Berbagai fasilitas seperti pendidikan, kesehatan, halte bus dan angkot, hingga taman dan ruang terbuka sudah ada di kampung- kampung di Jakarta.

Selain itu, perkampungan biasanya juga juga terhubung ke berbagai layanan seperti sekolah, pasar, maupun fasilitas kesehatan.

Bahkan menurut Faela, jalan-jalan di kampung dapat dilalui secara aman baik bagi wanita maupun anak-anak.

Kampung di kota-kota besar biasanya memiliki jaringan jalan mudah dilalui dengan berjalan kaki maupun bersepeda.

Dia menambahkan, perkampungan terutama di rata-rata Jakarta juga dekat dengan halte transportasi publik seperti Trans Jakarta maupun moda transportasi lainnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X