Deddy Herlambang
Pengamat Transportasi

Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (INSTRAN)

Jalan Tol Harus Kembali kepada Khittahnya

Kompas.com - 27/08/2020, 13:36 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Apakah jalur sepeda dan jalur kendaraan besar (truk) akan dijadikan satu di sebelah kiri jalan tol, hal ini sangat jelas tidak mungkin.

Karena itu, jalan tol harus kembali ke khittahnya sebagai jalan bebas hambatan dan cepat sampai tujuan.

Melihat kedua skenario di atas, bila sisi barat ditutup atau tidak ditutup nampaknya secara teknis, moda sepeda tetap sulit dilaksanakan melintasi ruas Cawang-Tanjung Priok.

Hal ini belum menghitung kerugian rupiah penyedia jasa jalan tol dan kerugian lainnya (waktu dan dana) bagi pengguna jalan tol bila ditutup antara pukul 06.00-09.00 WIB.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa jalan reguler antara Cawang sampai Priok di bawah ruas tol layang tersebut tidak dipakai oleh sepeda, yang seharusnya sudah ada jalur khusus sepeda di setiap jalan umum di DKI Jakarta.

Bila ditilik dari regulasi mana pun belum ada kebijakan hukum yang menyebutkan bahwa sepeda diizinkan berjalan di jalan tol.

Dalam UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan pasal 53 ayat (1) jelas menyebutkan bahwa “Jalan tol hanya diperuntukkan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor”.

Hanya sepeda motor roda dua yang diizinkan berjalan di jalan tol. Perubahan aturan tersebut melalui Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Perubahan Atas PP Nomor 15 Tahun 2005, Pasal 38 pada ayat (1) menyebutkan Jalan tol diperuntukkan bagi pengguna yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

Perubahannya (1a) pada jalan tol dapat dilengkapi dengan jalur jalan tol khusus bagi kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalur jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

Perubahan PP tersebut saat itu digunakan untuk regulasi Tol Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu), sepeda motor dapat mengunakan tol tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.