Mengenal The Exchange 106, Pencakar Langit Milik Djoko Tjandra

Kompas.com - 05/08/2020, 20:00 WIB
The Exchange 106 BloombergThe Exchange 106

JAKARTA, KOMPAS.com - Akhir-akhir ini nama Djoko Tjandra memenuhi pemberitaan media di Indonesia.

Buronan kasus pengalihan hak tagih utang Bank Bali tersebut akhirnya tertangkap setelah melarikan diri selama 11 tahun.

Djoko adalah Direktur dari PT Era Giat Prima (EGP) yang menjalin perjanjian cessie Bank Bali ke Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).

Dia juga identik dengan Grup Mulia yang memiliki bisnis inti properti dan diketahui melebarkan sayapnya ke Malaysia.

Menurut kuasa hukum Djoko, Anita Kolopaking, kliennya membangun dan memiliki Gedung The Exchange 106.

The Exchange 106 merupakan pencakar langit yang berada di area bisnis dan keuangan internasional terpadu yang dikenal dengan nama Tun Razak Exchange (TRX), Kuala Lumpur, Malaysia.

Baca juga: Saat Pengacara Protes terhadap Eksekusi Djoko Tjandra...

Distrik bisnis dan keuangan ini dibiayai oleh dana kontroversial 1Malaysia Development Berhad (1MDB), setelah diumumkan oleh mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak pada 2012.

Proyek ini sempat terancam dihentikan saat skandal 1MDB mulai terkuak pada tahun 2015. Tetapi konstruksi tetap dilanjutkan.

Dan pada tahun 2018, Kementerian Keuangan Malaysia mengumumkan bahwa mereka akan membantu mendanai sisa pembangunan TRX bersama pengembang properti Indonesia, Grup Mulia.

Saat ini, menurut laman New York Times, kepemilikan Grup Mulia atas menara ini sebesar 49 persen. Sedangkan sisanya yakni 51 persen dimiliki oleh Kementerian Keuangan Malaysia.

Gedung ini dirancang dengan tinggi arsitektural 445,5 meter yang mencakup total 106 lantai.

Ketinggian menara baru ini belum menyalip menara kembar Petronas Tower yang menjulang 451,9 meter.

Baca juga: Urusan Pencakar Langit, Jakarta Keok dari Kuala Lumpur

Menara ini mencakup area ritel seluas 100.000 kaki persegi atau 9.290 meter persegi, 92 lantai yang diperuntukkan bagi area perkantoran, serta lobi pada lantai 57 yang menawarkan pemandangan ibu kota Malaysia.

Ruang perkantoran Exchange 106 disebut merupakan area perkantoran tanpa kolom terbesar di negeri jiran ini. Ruangan tersebut juga dirancang dengan prinsip desain berkonsep open plan.

"The Exchange 106 menawarkan ruang kantor yang bebas kolom dengan bentang panjang mulai dari 22.000 kaki persegi hingga 34.000 kaki persegi, ruang tanpa kolom terbesar di Malaysia," kata The Exchange 106 dalam sebuah pertanyaan seperti dikutip dari laman Straits Times.

Sebagai informasi, Grup Mulia didirikan oleh Tjandra Bersaudara yakni Tjandra Kusuma (Tjan Boen Hwa), Eka Tjandranegara (Tjan Kok Hui), Gunawan Tjandra (Tjan Kok Kwang), dan Djoko S Tjandra, pada 1970-an.

Menurut Harian Kompas 7 Agustus 1999, bisnis pertama yang dirintis Djoko Tjandra adalah perusahan konstruksi fondasi dan tiang pancang Jaya Sumpiles Indonesia.

Kemudian pada 1980-an, selain bermitra dengan Sudwikatmono, Tjandra  Brsaudara juga menjalin kerja sama dengan Prajogo Pangestu dan Mochtar Riyadi yang sama-sama membesarkan Grup Mulia.

Kelompok usaha itu pernah berkibar ketika bisnis properti sedang booming pada tahun 1990-an.

Grup Mulia telah membangun sejumlah properti mewah yang dikenal mengubah wajah kawasan sekitarnya serta memengaruhi pasar properti Indonesia.

Sebut saja Hotel Mulia Senayan, The Mulia Bali, Atrium Mulia, serta apartemen Taman Anggrek.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X