Harga Apartemen Mewah di CBD Jakarta Turun, Jadi Rp 52 Juta Per Meter Persegi

Kompas.com - 29/07/2020, 08:00 WIB
Ilustrasi apartemen. Apartemen menjadi alternatif hunian di tengah keterbatasan lahan perkotaan ShutterstockIlustrasi apartemen. Apartemen menjadi alternatif hunian di tengah keterbatasan lahan perkotaan

Harga rata-rata pada tahun 2017 adalah sekitar Rp 27 juta per meter persegi dan relatif stabil hingga saat ini.

Pasokan rendah

Meski pada tahun 2017 dan 2019 terdapat beberapa proyek yang dikembangkan, namun Savills memprediksi pertumbuhan pasokan apartemen diperkirakan akan tetap rendah hingga tahun 2023.

Untuk itulah, Pemerintah membebaskan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) bagi hunian mewah yang nilainya di bawah Rp 30 miliar. Relaksasi ini dilakukan demi mendorong sektor properti.

Meski begitu, sejumlah pengembang asing turut berpartisipasi dalam pengembangan apartemen mewah di ibu kota.

Baca juga: Penjualan Apartemen di Jadebotabek Turun Drastis hingga 75,8 Persen

Menurut Anton, para pemain asing ini tertarik untuk mengembangkan proyeknya di Jakarta karena sejumlah besar kalangan High Net Worth Individuals (HNWI). Para pemain asing tersebut antara lain:

  • Hong Kong Land yang mengembangkan Anandamaya Suites di area Sudirman
  • Pollux Properties dari SIngapura yang meluncurkan Pollux Sky Suites di Mega Kuningan
  • Tatemono Jepang yang mengembangkan Sun and Moon Dharmawangsa.

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X