Empat Sektor Penopang Kawasan Industri dan Rekomendasi Masa Depan

Kompas.com - 21/07/2020, 16:43 WIB
Ilustrasi: Kawasan industri PT VDNI dan PT OSS yang terletak di kecamatan Morosi, kabupaten Konawe, provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) foto dokuementasi PT VDNI KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIIlustrasi: Kawasan industri PT VDNI dan PT OSS yang terletak di kecamatan Morosi, kabupaten Konawe, provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) foto dokuementasi PT VDNI

Teknologi dan Industri 4.0

Terkait teknologi dan industri 4.0, menurut Rivan, Indonesia masih perlu persiapan lebih untuk dapat benar-benar menerapkan teknologi dan industri 4.0, terutama dalam hal infrastruktur.

Baca juga: Intiland Mulai Tawarkan Kawasan Industri Batang

"Mungkin saja arahnya mengarah ke otomatisasi," kata dia.

Ketika sebuah perusahaan ingin menerapkan ini, mereka harus benar-benar mempertimbangkan nilai investasi.

Sebagai dampak dari Covid-19, banyak perusahaan telah mulai memaksimalkan kegiatan manufaktur mereka.

Belajar dari pengalaman masa lalu, Colliers melihat bahwa pengembang tidak membangun kawasan industri di atas lahan yang mereka miliki.

"Sebagai gantinya, mereka membangun infrastruktur tetapi kemudian tanah yang dimiliki dijual kepada publik. Tanah itu kemudian digunakan dan tidak ada pendapatan berulang," tandas Rivan.

Baca juga: Jawa Tengah Trending, Bakal Primadona Baru Kawasan Industri?

Rivan merekomendasikan pengembang atau investor yang memiliki area industri agar membagi area-area ini menjadi beberapa bagian yang dapat dijual ke sektor bisnis berbeda.

Kedua, melihat aset industri dalam kebutuhan konsumen, serta pertimbangkan kemungkinan relokasi pabrik dari luar negeri ke Indonesia dan potensi pergeseran dalam penggunaan properti ke pusat pemenuhan pasar.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X