Intiland Mulai Tawarkan Kawasan Industri Batang

Kompas.com - 15/07/2020, 21:17 WIB
Komisaris Independen Thio Gwan Po Micky berbincang dengan Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Archied Noto Pradono dan Corporate Secretary Theresia Rustandi usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Intiland Development Tbk yang digelar secara daring, Rabu (15/7). Dalam RUPS, pemegang saham menyetujui seluruh agenda rapat, antara lain perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris serta penetapan penggunaan laba bersih sebesar Rp251,4 miliar. Intiland DevelopmentKomisaris Independen Thio Gwan Po Micky berbincang dengan Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Archied Noto Pradono dan Corporate Secretary Theresia Rustandi usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Intiland Development Tbk yang digelar secara daring, Rabu (15/7). Dalam RUPS, pemegang saham menyetujui seluruh agenda rapat, antara lain perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris serta penetapan penggunaan laba bersih sebesar Rp251,4 miliar.

JAKARTA, KOMPAS.com -  PT Intiland Development Tbk (DILD) akan mulai menawarkan lahan kawasan industri di Kabupaten, Batang, Jawa Tengah, pada Semester II-2020.

Proyek tersebut saat ini sedang dalam pembangunan infrastruktur jalan, dan infrastruktur pendukung lainnya.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Archied Noto Pradono menjelaskan, mulai diperkenalkannya proyek kawasan industri di Batang, seiring dengan rencana Pemerintah menjadikan Batang, dan kawasan lain di sepanjang Pantai Utara Jawa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

"Rencananya Semester II-2020 ini bisa kita tawarkan kepada investor untuk membeli lahan tersebut," kata Archied dalam konferensi virtual, Rabu (15/7/2020).

Baca juga: Jawa Tengah Trending, Bakal Primadona Baru Kawasan Industri?

Lahan kawasan industri ini akan menambah land bank Perseroan yang saat ini mencapai luas 2.040 hektar.

Menurut Archied, Batang memang sedang banyak disorot saat ini karena ada beberapa investor besar dan permintaan cukup positif di daerah tersebut.

Dengan mulai menawarkan proyek ini ke pasar, Archied menganggap perusahaan lebih siap bergerak tahun ini.

Adapun kinerja perusahaan sepanjang Semester I-2020 untuk segmen marketing sales mencetak Rp 343 miliar atau 13 persen dari total target yang ditetapkan senilai Rp 2,5 triliun.

Kontribusi terbesar masih berasal dari proyek-proyek yang sedang berjalan seperti di Graha Natura, Serenia Hills, dan Talaga Bestari.

Desain interior kamar tidur Graha Natura Blok AA di Srabaya karya KOMA www.arsitag.com Desain interior kamar tidur Graha Natura Blok AA di Srabaya karya KOMA
Untuk Semester II, Archied mengatakan, perseroan akan mengejar hingga mencapai penjualan Rp 1,5 triliun.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X