Intiland Mulai Tawarkan Kawasan Industri Batang

Kompas.com - 15/07/2020, 21:17 WIB
Perkembangan aktual perumahan Serenia Hills di Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2015). Ridwan Aji Pitoko/Kompas.comPerkembangan aktual perumahan Serenia Hills di Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2015).

Hal ini mengingat perseroan telah kehilangan momentum pada enam bulan pertama akibat Pandemi Covid-19.

Terkait proyek baru, ada sejumlah rencana yang ditunda hingga 2021 mendatang, proyek tersebut adalah klaster baru di Graha Natura, dan klaster baru di Serenia Hills.

Baca juga: Keterbacaan Iklan Naik 5 Persen, Intiland Fokus Digital Marketing

"Kami sekarang fokus pada penjualan inventory ya," imbuh Archied.

Pendapatan Kuartal I Turun

Sementara kinerja Perseroan sepanjang Kuartal I-2020 membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 830,6 miliar, atau turun 6,4 persen dibandingkan kurtal I-2019 senilai Rp 887,6 miliar.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya pengakuan pendapatan dari segmen mixed-use & high rise dan kawasan perumahan.

Pendapatan pengembangan (development income) tercatat memberikan kontribusi terbesar, yakni mencapai Rp 546,8 miliar atau 82,3 persen dari keseluruhan.

Perolehan tersebut bersumber dari segmen pengembangan mixed-use dan high rise senilai Rp 455,1 miliar dan kawasan perumahan sebesar Rp 91,7 miliar.

Pada triwulan pertama, Perseroan juga melakukan penjualan lahan seluas 3,2 hektar di Surabaya senilai Rp 58,3 miliar.

Baca juga: Dongkrak Penjualan, Intiland Sediakan Layanan Virtual Show Unit

Lahan ini masuk kategori inventori dan bukan termasuk aset utama yang akan dikembangkan dalam waktu dekat.

Perseroan juga memperoleh pendapatan usaha yang bersumber dari pendapatan berkelanjutan (recurring income) sebesar Rp 159,6 miliar atau 17,7 persen dari keseluruhan.

Pendapatan usaha dari segmen ini meningkat 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 157,1 miliar.

Sebagai tambahan, Perseroan juga memperoleh pendapatan derivatif senilai Rp 124,1 miliar. Pendapatan atas bunga ini merupakan dampak atas penerapan Pernyataan Standar Akutansi Keuangan baru yang berlaku mulai awal tahun 2020.

Perseroan tercatat membukukan laba usaha sebesar Rp 234,9 miliar atau meningkat 27,6 persen dibandingkan perolehan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan ini mendorong perolehan laba bersih sebesar Rp 84,4 miliar atau melonjak 74,4 persen dibandingkan tahun lalu senilai Rp 48,4 miliar.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X