Ini Portofolio Properti Cowell, Pengembang yang Diputus Pailit

Kompas.com - 16/07/2020, 13:00 WIB
Pengunjung tengah melihat-lihat maket proyek The Oasis Cikarang, Kawasan Industri Cikarang, pada pameran BTN Expo di Jakarta, Rabu (19/8/2015). M LATIEF/KOMPAS.comPengunjung tengah melihat-lihat maket proyek The Oasis Cikarang, Kawasan Industri Cikarang, pada pameran BTN Expo di Jakarta, Rabu (19/8/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat telah memutuskan pailit PT Cowell Development Tbk ( Dalam Pailit), pada Senin 6 Juli 2020.

Diketahui, PT Multi Cakra Kencana Abadi merupakan pihak yang mengajukan permohonan Pailit di Pengadilan Niaga pada PN Jakarta Pusat dengan Perkara Nomor: 21/Pdt. Sus/Pailit/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

Dalam keterangannya kepada Kompas.com, Selasa (14/7/2020), Tim Kuasa Hukum PT Cowell Development Tbk (Dalam Pailit) Jimmy Simanjuntak menjelaskan, pengajuan pailit yang dilakukan PT Multi Cakra Kencana Abadi sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Baca juga: Cowell di Ambang Pailit, Rapat Kreditor 22 Juli 2020

"Debitor yang mempunyai dua atau lebih kreditor dan tidak membayar sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih dapat dinyatakan pailit dengan putusan pengadilan, baik atas permohonannya sendiri maupun atas permohonan satu atau lebih kreditornya," terang Jimmy.

Sebagai pengembang yang lahir pada 25 Maret 1981, PT Cowell Development Tbk (Dalam Pailit) telah dan sedang membangun sejumlah proyek properti. 

Satu di antaranya adalah Grand Central Bogor. Proyek 833 unit ini mulai diperkenalkan kepada publik pada Kamis (29/11/2018).

Dalam membangun proyek apartemen terintegrasi Stasiun KRL Bogor ini, PT Cowell Development Tbk (Dalam Pailit) mengerahkan anak usahanya yakni PT Mega Graha Citra Perkasa.

Baca juga: Cowell dalam Pailit, Ini yang Harus Dilakukan Konsumen

Sementara lima proyek residensial lainnya adalah:

1. Borneo Paradiso

Borneo Paradiso merupakan kawasan mixed-use dengan lahan seluas 150 hektar yang terdiri dari hunian vertikal dan area komersial.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X