[POPULER PROPERTI] WNI, Salah Satu Pembeli Hunian Terbanyak di Singapura

Kompas.com - 09/06/2020, 08:00 WIB
Ikon wisata Singapura, Taman Merlion di distrik Marina Bay yang biasanya ramai dipadati turis terlihat sepi, Sabtu sore (11/04/2020). Hanya terlihat segelintir warga yang sedang berlari sore. Untuk melawan pandemi corona terutama kasus infeksi domestik yang melonjak, Singapura mengumumkan kebijakan circuit breaker atau separuh lockdown sejak Selasa (07/04/2020). Warga diminta berdiam diri di rumah dan hanya keluar untuk keperluan darurat atau esensial seperti berbelanja atau membeli makanan. Berolahraga masih diizinkan jika dilakukan sendiri atau dengan penghuni serumah dan jarak minimal 1 meter dijaga antara individu ke individu KOMPAS.com/ ERICSSEN Ikon wisata Singapura, Taman Merlion di distrik Marina Bay yang biasanya ramai dipadati turis terlihat sepi, Sabtu sore (11/04/2020). Hanya terlihat segelintir warga yang sedang berlari sore. Untuk melawan pandemi corona terutama kasus infeksi domestik yang melonjak, Singapura mengumumkan kebijakan circuit breaker atau separuh lockdown sejak Selasa (07/04/2020). Warga diminta berdiam diri di rumah dan hanya keluar untuk keperluan darurat atau esensial seperti berbelanja atau membeli makanan. Berolahraga masih diizinkan jika dilakukan sendiri atau dengan penghuni serumah dan jarak minimal 1 meter dijaga antara individu ke individu

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Negara Indonesia (WNI) tercatat sebagai warga asing terbanyak kedua yang membeli hunian di Singapura.

Hal ini diketahui dari laporan yang dipublikasikan oleh Edmund Tie, seperti dilansir dari laman PropertyGuru.

Laporan tersebut menyebutkan, WNI yang membeli hunian di distrik utama 9, 10, dan 11 sebanyak 14,1 persen atau 35 unit dari total 251 unit hunian yang dibeli orang asing.

Jumlah WNI ini hanya kalah oleh WN China yang menempati posisi pertama terbanyak dengan membeli 25,6 persen hunian.

Kemudian diikuti oleh pembeli dari Malaysia dan Amerika sebesar 8,3 persen.

Artikel ini menjadi berita terpopuler di kanal Properti Kompas.com pada Senin (8/6/2020). Selengkapnya dapat dibaca pada tautan berikut:

Baca juga: WNI Tercatat Membeli Hunian Terbanyak Kedua di Distrik Elite Singapura

Berita selanjutnya adalah meningkatnya tren pencarian hunian selama pandemi. Sebuah riset yang dilakukan oleh 99 dan Rumah123 menyebutkan, minat masyarakat akan properti justru tak terpengaruh pandemi.

Salah satu variabel yang dikaji adalah pencarian rumah secara online menggunakan kata kunci "rumah dijual" sepanjang tahun 2018-2020.

Hasilnya, pada kurun 2018 dan 2019, pencarian dengan kata kunci tersebut menunjukkan kemiripan.

Namun, pencarian dengan kata kunci ini meningkat pada tahun 2020, khususnya pada Bulan Mei.

Informasi selengkapnya dapat diketahui lewat tautan ini:

Baca juga: Selama Pandemi, Tren Pencarian Rumah Meningkat

Selanjutnya, OYO Hotels & Homes merancang tiga strategi dalam menghadapi tatanan new normal atau normal baru.

Country Head Emerging Business OYO Indonesia Eko Bramantyo mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk membantu dan mendukung para mitranya agar bisnis mereka tetap berjalan melewati kondisi pandemi Covid-19.

Baca juga: Ini Strategi OYO Hotels & Homes Jelang Normal Baru



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X