WNI Tercatat Membeli Hunian Terbanyak Kedua di Distrik Elite Singapura

Kompas.com - 08/06/2020, 14:20 WIB
Ilustrasi patung Merlion yang ikonik di Singapura. SHUTTERSTOCKIlustrasi patung Merlion yang ikonik di Singapura.

KOMPAS.com - Warga Negara Indonesia (WNI) tercatat sebagai salah satu konsumen terbanyak kedua yang membeli hunian di kawasan elite Singapura pada Kuartal I-2020.

Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Edmund Tie, WNI yang membeli hunian di distrik utama 9, 10, dan 11 sebanyak 14,1 persen atau 35 unit dari total 251 unit hunian yang dibeli orang asing.

Jumlah WNI ini hanya kalah oleh WN China yang menempati posisi pertama terbanyak dengan membeli 25,6 persen hunian.

Kemudian diikuti oleh pembeli dari Malaysia dan Amerika sebesar 8,3 persen.

Warga China juga menjadi kelompok pembeli asing teratas di distrik 1, 2, 4, 7, dan 15 atau area dengan persentase 26,3 persen.

"Untuk distrik lain, China dan Malaysia merupakan dua kelompok pembeli asing teratas pada kuartal I-2020, diikuti oleh India dan Indonesia," tulis Edmund Tie seperti dilansir dari laman PropertyGuru.

Penjualan rumah menurun

Secara umum, penjualan rumah di Singapura turun 14,4 persen secara kuartalan menjadi hanya 4.174 unit pada kuartal I-2020.

Angka merupakan capaian terendah sejak kuartal 1-2019. Saat itu, hanya 3.743 unit hunian yang terjual.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 persen pembeli merupakan warga negara Singapura, lalu para permanent resident (PR) menyumbang sebanyak 16 persen dari total pembelian rumah.

Sementara, pembeli asing menyumbang sebesar 6 persen.

Baca juga: Singapura Berencana Bangun Asrama Baru bagi Pekerja Asing

Di sisi lain, penurunan juga terjadi di seluruh segmen pembeli. Akan tetapi, penurunan terbesar datang dari pembeli rumah yang merupakan warga asing, yakni sebesar 26,1 persen atau hanya 215 unit pada kuartal pertama tahun ini.

Secara total pembeli asing yang tidak dikategorikan asalnya menyumbang porsi terbesar yakni 27 persen.

Sedangkan penurunan dari warga Singapura tercatat sebesar 12,5 persen menjadi hanya 2.923 unit dan pembelian oleh PR menurun sebesar 10,5 persen menjadi hanya 610 unit saja.

"Sebanyak 2.089 penjualan hunian non landed house dibukukan pada kuartal yang sama," tulis laporan tersebut.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X