Singapura Berencana Bangun Asrama Baru bagi Pekerja Asing

Kompas.com - 07/06/2020, 09:00 WIB
Pekerja konstruksi asing terlihat melambaikan tangan dari asrama mereka S11 di Punggol, Singapura Utara, Senin (06/04/2020). AFP/ROSLAN RAHMANPekerja konstruksi asing terlihat melambaikan tangan dari asrama mereka S11 di Punggol, Singapura Utara, Senin (06/04/2020).

KOMPAS.com - Pemerintah Singapura berencana membangun asrama baru bagi pekerja migran. Pembangun asrama ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan, agar asrama lebih layak huni.

Pemerintah Singapura juga berencana memperbaiki properti milik negara yang tidak digunakan sehingga bisa dimanfaatkan sebagai akomodasi bagi pekerja.

Mengutip laman Channel News Asia, Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Pembangunan Nasional Singapura mengatakan akan menyiapkan ruang tambahan untuk 60.000 pekerja pada akahir tahun 2020.

Baca juga: Lockdown Singapura Dihentikan, Pengembang Diminta Tahan Diri

Sebanyak delapan lokasi telah ditentukan untuk pembangunan asrama baru ini, antara lain di Kranji, Tuas, Admiralty, Choa Chu Kang, dan Tampines.

Sementara beberapa properti milik negara yang akan dipugar seperti bekas gedung Bedok North Secondary School dan bekas bangunan Anderson Junior College Hostel.

Selanjutnya, sebagai bagian dari rencana jangka panjang, Pemerintah Singapura berencana untuk membangun beberapa asrama baru yang dapat menampung hingga 100.000 pekerja.

Asrama ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas termasuk minimarket. Para pekerja yang tinggal di asrama ini juga akan mendapatkan akes ke perawatan dan dukungan medis.

Selain memperluas ketersediaan perumahan bagi pekerja asing, Singapura juga akan mengembangkan spesifikasi untuk asarama baru.

Spesifikasi yang dikembangkan antara lain desain, fasilitas, manajemen, dan regulasi.

Melansir laman Strait Times, Pemerintah Singapura juga akan menetapkan standar baru termasuk menurunkan jumlah penghuni per kamar dan jumlah orang yang harus berbagi toilet. 

"Kami mengambil pelajaran yang didapat dari pandemi Covid-19 saat ini," tulis Pemerintah Singapura.

Seperti diketahui, Singapura sempat mengalami lonjakan kasus infeksi Covid-19 para pekerja migran yang tinggal di asrama.

Kondisi tempat tinggal yang ramai dan kurang bersih disebut menjadi salah satu faktor meledaknya kasus Covid-19 di negeri itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X