"Lockdown" Singapura Dihentikan, Pengembang Diminta Tahan Diri

Kompas.com - 23/05/2020, 13:30 WIB
Jalan raya Shenton Way di kawasan distrik bisnis Tanjong Pagar, Singapura terlihat lenggang, Senin siang (18/05/2020). Jalanan Singapura memang terlihat lebih sunyi di mana hanya ada segelintir kendaraan yang melintas sejak lockdown parsial atau circuit breaker diberlakukan pada 7 April lalu. Singapura akan mencabut lockdown parsial pada 1 Juni mendatang KOMPAS.com/ ERICSSEN Jalan raya Shenton Way di kawasan distrik bisnis Tanjong Pagar, Singapura terlihat lenggang, Senin siang (18/05/2020). Jalanan Singapura memang terlihat lebih sunyi di mana hanya ada segelintir kendaraan yang melintas sejak lockdown parsial atau circuit breaker diberlakukan pada 7 April lalu. Singapura akan mencabut lockdown parsial pada 1 Juni mendatang

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah kasus pasien positif Covid-19 di Singapura mulai melandai, dan akan menghentikan lockdown parsialnya (circuit breaker) pada 2 Juni 2020.

Namun, penghentian circuit breaker ini tidak serta merta menjadi kabar gembira untuk seluruh sektor bisnis dan ekonomi di negara Singa tersebut.

Bahkan, pengembang properti diminta untuk tetap menunggu sedikit lebih lama sebelum mereka diizinkan mulai membuka kembali galeri marketingnya.

Hal ini sesuai dengan kebijakan dari Urban Redevelopment Authority (URA),  bahwa galeri pamer atau show room  tetap ditutup meskipun circuit breaker telah dihentikan. 

Demikian halnya dengan kegiatan ekonomi, sosial dan hiburan yang membawa risiko lebih tinggi akan tetap ditutup dan semua orang boleh meninggalkan rumah hanya untuk kegiatan yang penting.

Baca juga: Pengusaha Properti Singapura Kembangkan Robot Pintar Pembersih Mal

Sebaliknya, kegiatan ekonomi yang tidak berisiko tinggi terhadap transmisi Covid-19 dapat dilanjutkan.

"Karena itu, galeri pamer dan pemasaran secara fisik masih  ditutup sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," kata URA sebagaimana dirangkum Kompas.com dari PropertyGuru Singapura, Sabtu (23/05/2020)

URA meminta seluruh pengembang untuk tetap memperhatikan situasi dan mengikuti pengumuman terbaru dari Satgas Multi-Kementerian Singapura.

"Kami meminta pengertian dan kerja sama para pengembang untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19 lokal,” tambah URA.

Sebelumnya, kebijakan circuit breaker mulai diterapkan oleh Pemerintah Singapura sejak 7 April 2020 guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Kebijakan ini dilakukan sejalan dengan penyandangan status Singapura sebagai negara dengan kasus positif Covid-19 terbanyak di Asia Tenggara beberapa waktu yang lalu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X