Ini Strategi OYO Hotels & Homes Jelang Normal Baru

Kompas.com - 08/06/2020, 12:56 WIB
Kamar hotel OYO. Dok. OYO Hotels & HomesKamar hotel OYO.

JAKARTA, KOMPAS.comOYO Hotels & Homes merancang tiga strategi dalam menghadapi tatanan new normal atau normal baru.

Ketiga strategi tersebut yakni, menggencarkan teknologi, melihat pemetaan destinasi preferensi wisatawan, serta memberikan pengalaman unik untuk wisatawan yang menginap di propertinya tersebut.

Strategi tersebut didasari oleh perubahan pola pelayanan industri hospitality seiring dengan perubahan preferensi konsumen dalam melakukan perjalanan wisata pasca pandemi Covid-19.

Country Head Emerging Business OYO Indonesia Eko Bramantyo mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk membantu dan mendukung para mitranya agar bisnis mereka tetap berjalan melewati kondisi pandemi Covid-19 dan mampu beradaptasi guna menghadapi normal baru.

"OYO tetap berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi bagi komunitas, terlebih dalam masa-masa yang sulit ini,” ungkap Eko dalam siaran pers, Jumat (5/6/2020).

Baca juga: Pesaingnya Gulung Tikar, OYO Masih Berusaha Bertahan

Eko melanjutkan, peranan teknologi sebagai salah satu strategi OYO ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman bagi para pelanggan ketika mereka melakukan perjalanan dengan mekanisme pemesanan tanpa kontak fisik demi menjaga kesehatan dan keselamatan mereka.

Penggunaan teknologi ini dibutuhkan untuk meningkatkaan efisiensi kerja jarak jauh demi memenuhi kebutuhan jaga jarak sosial.

Kedua, melihat pemetaan destinasi baru sesuai preferensi wisatawan dilakukan dengan memastikan kesiapan dari sisi keamanan bagi pelaku industri pariwisata dan Pemerintah setempat agar industri ini dapat segera bangkit dari kondisi sulit akibat pandemi Covid-19.

Ketiga, memberikan pengalaman unik untuk wisatawan ialah dengan menyiapkan propertinya untuk memberikan rasa aman dan nyaman serta menghindari kerumunan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sementara itu, performa hotel OYO di Indonesia dilaporkan mulai membaik seiring dengan berbagai inisiatif yang dilakukan baik dari sisi operasional maupun bisnis.

Tercatat, tingkat okupansi hotel OYO menunjukkan grafik peningkatan sejak Mei 2020 dibanding April yang hanya tercatat 20 persen.

Meski begitu, tak dijelaskan berapa angka peningkatan okupansi hotel OYO tersebut.

Namun, diketahui 92 persen pemesanan selama pandemi dilakukan melalui kanal penjualan yang dikelola OYO seperti aplikasi, laman resmi, dan micro-market selling OYO.

“Pandemi memang memberikan tantangan berat bagi kami, namun komitmen kami adalah tetap untuk memberikan pelayanan terbaik dengan beradaptasi pada kondisi pasar,” tutup Eko.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X