Ubah Konsep Mal, Siasat Pengembang Bertahan Saat Normal Baru

Kompas.com - 05/06/2020, 18:08 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan, pusat perbelanjaan atau mal diizinkan beroperasi kembali mulai Senin (15/6/2020).

Perizinan operasional mal tersebut diberikan menyusul pemberlakukan masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga akhir Juni 2020.

Pada waktu tersebut, pertokoan atau ritel juga dapat kembali beroperasi. Sementara, ritel yang berdiri sendiri (stand-alone) diizinkan beroperasi lebih cepat yakni, Senin (8/6/2020).

Meski mengizinkan mal kembali beroperasi, Pemerintah akan membatasi kapasitas pengunjung yang datang yaitu sebanyak 50 persen.

Tentu saja, dengan diberlakukannya pemangkasan kapasitas serta aturan lainnya demi mencegah penyebaran Covid-19, menimbulkan sejumlah konsekuensi.

Termasuk berkurangnya pendapatan para peritel atau penyewa (tenant). Pembatasan ini dianggap berpotensi menyebabkan banyak peritel yang memilih memutuskan kontrak sewa.

Baca juga: Sejumlah Mal Siap Dibuka Kembali 15 Juni 2020

Akibatnya, pendapatan pengelola dan pegembang ikut berkurang.

Oleh karena itu, langkah adaptasi dalam masa PSBB transisi dan kenormalan baru pun dilakukan sejumlah pengelola.

Strategi perubahan konsep diterapkan demi semata menyesuaikan dengan kenormalan baru dan dapat bertahan di tengah ketidakpastian.

Contohnya, Mal Lotte Shopping Avenue (Love). 

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X