Menyoal Kesiapan Pengembang Hadapi Fase "New Normal"

Kompas.com - 20/05/2020, 13:40 WIB
New normal, kebiasaan-kebiasaan baru saat pandemi virus corona. ShutterstockNew normal, kebiasaan-kebiasaan baru saat pandemi virus corona.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wabah Covid-19 mulai hadir di Indonesia sejak awal Maret 2020 lalu, ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua pasien pertama asal Depok, Jawa Barat, terinfeksi.

Tak ada persiapan matang, hingga kemudian korban terinfeksi terus bertambah, mencapai 18.496 orang dan 1.221 meninggal dunia, per Selasa (19/5/2020).

Kedatangan wabah ini melumpuhkan ekonomi hanya dalam hitungan bulan. Bisnis perhotelan babak belur akibat anjloknya industri pariwisata, dan pembatasan penerbangan. 

Pusat perbelanjaan dan hiburan ditutup, perkantoran sepi, pedagang menderita kerugian, dan omzet turun.

Semua orang diimbau untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah, mobilitas transportasi dibatasi, perusahaan stop berproduksi, ratusan pekerja jadi pengangguran dan jutaan lainnya terancam pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca juga: Pengembang Tak Setuju Relaksasi PSBB

Berbagai skenario buruk dan spekulasi pun berkembang, makin meningkatkan kepanikan. Sebab, tidak ada kepastian kapan Pandemi Covid-19 ini berakhir hingga kemudian Pemerintah menyatakan untuk berdamai dan terbiasa hidup bersama wabah.

Masyarakat dipaksa untuk menjalani hidup dengan kebiasaan baru, beradaptasi dengan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Inilah yang lazim disebut new normal.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita mengatakan, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal, ditambah penerapan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Bagaimana kemudian sektor bisnis terutama properti menghadapi kebiasaan baru atau new normal ini?

Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia ( REI) Paulus Totok Lusida mengatakan REI telah menerapkan banyak kebiasaan baru untuk beradaptasi dengan wabah Covid-19.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X