Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

REI Keberatan BTN Perketat Syarat Penerima Subsidi Rumah

Kompas.com, 18 Mei 2020, 17:08 WIB
Putri Zakia Salsabila ,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyalurkan Subsidi Selisih Bunga (SSB) untuk mendorong pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Selain SSB, Pemerintah memberikan stimulus lainnya berupa Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) dengan total nilai Rp 1,5 triliun untuk membangun 175.000 rumah.

Namun begitu, penyaluran SSB sangat bergantung pada iktikad bank sebagai garda terdepan yang menyeleksi pasar sasaran subsidi.

PT Bank Tabungan Negata (Persero) Tbk atau BTN contohnya. Bank penyalur subsidi ini justru malah memperketat seleksi terhadap calon debitur penerima subsidi dengan alasan Pandemoli Covid-19 yang berdampak pada perekonomian.

Tentu saja hal ini dikeluhkan para pengembang. Sebagaimana dikatakan Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida.

Menurut dia, alih-alih mempermudah (merelaksasi) persyaratan calon debitor penerima subsidi, BTN justru malah makin memperketat persetujuan kredit.

Baca juga: BTN Siap Salurkan Subsidi Selisih Bunga Mei Ini

Untuk mengatasi masalah ini, Totok mengaku telah mengajukan permohonan kepada direksi BTN melonggarkan persyaratan penerima subsidi dari kalangan masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap.

"Saya kemarin sudah berbicara dengan direksi bank BTN, sudah disetujui untuk non fix income bisa masuk dalam persyaratan penerima subsidi saat Covid-19. Tetapi yang kontrak tetap belum bisa," tuturnya kepada Kompas.com,  Senin (18/5/2020).

Totok menjelaskan, karakteristik pekerja non fix income termasuk para pekerja informal, dan UMKM.

Syaratnya, para debitur perlu melampirkan rekening tabungan tiga bulan terakhir. Hal itu dilakukan agar bank dapat melihat catatan penghasilan calon debitur.

Menurutnya, persetujuan penerimaan subsidi dapat diterima apabila calon debitur memiliki pemasukan yang memungkinkan untuk membayar cicilan rumah.

Cicilan ini setidaknya sepertiga dari pendapatan.

"Angsuran rumah sederhana sekitar Rp 700.000. Apabila dikali tiga, sekitar Rp 2,1 juta. Kalau dia perpendapatan atau perputarannya sudah memenuhi Rp 2,1 juta kan sudah cukup untuk mengangsur," lanjut Totok.

Baca juga: Ini Jalan Keluar Memperpanjang Nafas Bisnis Rumah Subsidi

Terkait hal ini, Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage & Consumer Lending Division (NSLD) BTN Suryanti Agustinar menegaskan, sejak awal, BTN telah menyalurkan subsidi bagi masyarakat non fixed income, namun saat ini lebih ketat karena Pandemi Covid-19.

"Dari dulu kami kan sudah memperbolehkan, namun memang kami makin selektif karena adanya Covid-19. Karena para pekerja informal dan UMKM juga terdampak, ya kami pasti akan menunggu kondisi mereka membaik," tuturnya menjawab Kompas.com, Senin (18/5/2020).

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau