Mempertanyakan "New Normal" (I)

Kompas.com - 29/04/2020, 21:24 WIB
Ilustrasi gawai MokJinYoungIlustrasi gawai

Hal yang sama pun terjadi pada masa ini, Pandemi Covid-19 mengancam kebutuhan dasar kita.

Kita merasa menjadi tidak aman, dan bahkan lebih parah lagi melimpah ruahnya kekayaan kita pun menjadi tidak ada artinya jika tidak ada ketersediaan bahan pangan untuk dibeli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maka kita pun mulai “menjarah” supermarket dengan kekayaan kita, panic buying, walaupun dengan konsekuensi turunnya self esteem kita ke taraf yang sulit dipulihkan dalam waktu cepat.

“Bodo amat, yang penting aman dulu” begitu pikir kita.

 

Bersambung

 

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.