Mempertanyakan "New Normal" (I)

Kompas.com - 29/04/2020, 21:24 WIB
Ilustrasi gawai MokJinYoungIlustrasi gawai

Padahal bagian dari gunung es yang berada di bawah permukaanlah yang lebih besar. Dan bagian besar yang berada di bawah permukaan laut inilah yang sering digambarkan sebagai pain, fear dan anxiety.

Pain jauh lebih kuat dibanding want, terbukti dengan bagaimana kita tidak memikirkan apa yang diinginkan ketika sedang mengalami pain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Orang yang patah hati mendadak tidak suka makan, kita merasa tidak butuh makan, dan tidak menginginkan makanan apapun.

Bahkan kita sering menggunakan selera makan yang mulai kembali sebagai indikasi bahwa seseorang yang sakit fisik sudah mulai pulih dari sakitnya sehingga mulai punya kemauan.

Di tingkat intensitas yang lebih tinggi dari pain, ada fear. Pain menjadi tidak sebegitu mengerikannya ketimbang fear  karena sudah terjadi.

Sementara fear terasa lebih besar intensitasnya seiring dengan gambaran bentukan dari pikiran kita yang mencoba memikirkan hal buruk yang mungkin terjadi sebagai satu konsekuensi dari program otak untuk dapat bertahan.

Jika pain terasa begitu menyakitkan, maka fear membawa kita pada bayangan apa yang lebih buruk yang bisa terjadi kepada karena belum terjadi sehingga segala kemungkinan masih terbuka.

Ketika fear hadir begitu konstan dalam rentang waktu yang lama, maka muncullah “raja terakhir”-nya, yaitu anxiety.

Dua level terakhir (fear and anxiety) menjadi sebegitu mengerikan karena kita kehilangan kontrol terhadap apa yang mungkin bisa terjadi.

Wabah Covid-19 ini bukan hanya membangkitkan pain bagi kita, tapi juga fear dan bahkan anxiety. Semua kebiasaan baru yang kita adopsi dalam waktu singkat ini terjadi karena hadirnya dua hal ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.