Mempertanyakan "New Normal" (I)

Kompas.com - 29/04/2020, 21:24 WIB
New Normal; Need, Want, Pain, Fear, and Anxiety HandsoutNew Normal; Need, Want, Pain, Fear, and Anxiety

Berbagai pemikiran dan artikel mengenai prediksi new normal baru (fase 2) yang akan datang setelah new normal periode isolasi ini mulai banyak beredar.

Tidak sedikit yang meramalkan bahwa kebiasaan baru yang terbentuk pada fase isolasi ini akan terbawa ketika kita sudah mulai keluar rumah dan beraktivitas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dan harapannya brand-brand yang kita kelola juga ikut terus terbawa sebagai bagian dari kebiasaan yang baru (jika memang kebiasaan baru itu benar akan terbentuk).

Saya pun mengamini sebagian dari prediksi-prediksi tersebut, walaupun ada beberapa prediksi yang terlihat tidak berdasar karena luput dari pengertian menyeluruh mengenai bagaimana manusia membentuk kebiasaan.

Fear and Anxiety

Sejatinya segala kebiasaan dengan perubahan yang demikian drastis, didorong oleh program utama otak manusia, yaitu survival.

Kita akan melakukan apap un yang dibutuhkan untuk dapat bertahan. Jika dalam dunia bisnis dan marketing kita selalu berbicara soal need and want, pada fase ini motivasi masyarakat didorong dengan jauh lebih kuat oleh driver  yang lebih powerful, yaitu anxiety.

Need and want seringkali dianggap sebagai pendorong paling kuat dari apa pun yang kita lakukan karena begitu eksplisit.

Need  atau kebutuhan walaupun sangat faktual sering kali kalah oleh want atau keinginan. Maka dari itu, kita seringkali membeli barang yang kita mau walaupun sebenarnya tidak butuh.

Layaknya gunung es, need and want berada di atas lapisan permukaan laut terlihat besar karena nampak di depan mata.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.