Saat Pandemi, Pengembang Properti Fokus Belanja Lahan

Kompas.com - 28/04/2020, 15:08 WIB
Modern Halal Valley merupakan kawasan industri halal terbesar dengan luas 500. Proyek ini dikembangkan di dalam kawasan ModernCikande Industrial Estate. Dok PT Modernland Realty TbkModern Halal Valley merupakan kawasan industri halal terbesar dengan luas 500. Proyek ini dikembangkan di dalam kawasan ModernCikande Industrial Estate.

JAKARTA, KOMPAS.com - Properti merupakan salah satu sektor yang terpukul paling keras saat Pandemi Covid-19.

Tak hanya di Indonesia, melainkan di seluruh dunia, properti mengalami kemandekan dalam matriks serapan, dan pasokan baru.

Hal ini menyusul perlambatan pasar yang terjadi dalam tiga tahun terakhir akibat penurunan tren pertumbuhan ekonomi dunia.

Baca juga: Pandemi Corona Bikin Transaksi Properti Global Turun

Bahkan, jika pun terdapat beragam stimulus baik moneter maupun fiskal, belum dapat membuat properti bergerak naik.

Sebut saja Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 3 Tahun 2020 tentang insentif pajak untuk wajib pajak terdampak wabah virus Corona.

Dalam PMK tersebut, properti (real estate) termasuk yang mendapat insentif perpajakan dengan tiga Klasifikasi baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

Seperti diakui Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus kepada Kompas.com.

Dia memprediksi, sejumlah stimulus belum berdampak signifikan terhadap pemulihan sektor properti. 

Hal ini karena pemberian bantuan tersebut masih bersifat terbatas hanya untuk karyawan dan membantu arus kas (cashflow) perusahaan.

Baca juga: Pemerintah Gulirkan Stimulus Fiskal Real Estat

" Stimulus ini kan sifatnya masih untuk karyawan dan cashflow perusahaan yang belum signifikan. Jadi belum berdampak pada pemulihan sektor properti," ucap Yustinus.

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X