Kompas.com - 28/04/2020, 15:08 WIB
Sejumlah pengembang secara agresif merambah daerah. KOMPAS.com/RAMSejumlah pengembang secara agresif merambah daerah.

Angka lebih buruk ditunjukkan pada matriks penjualan bulan Maret dengan kemerosotan mencapai 25 persen dari transaksi normal.

"Bulan April ini mungkin lebih menurun lagi," imbuh dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menghadapi situasi berat penuh tantangan ini, banyak pengembang kemudian memilih opsi untuk berbelanja lahan sebagai persediaan bank tanah mereka.

Karena lahan merupakan bahan baku utama perusahaan properti, karena itu aktivitas ini terus dilakukan untuk mendukung tetap beroperasinya perusahaan.

Seperti yang dilakukan oleh PT Ciputra Development Tbk yang tidak akan pernah berhenti belanja lahan.

Baca juga: Sejak Wabah Covid-19, Okupansi Hotel di Indonesia Cuma 40 Persen

"Ya belanja lahan tidak akan pernah berhenti karena Pandemi Covid-19 sangat sulit diprediksi," kata Direktur Keuangan yang juga Sekretaris Perusahaan PT Ciputra Development Tbk Tulus Santoso.

Ciputra Development fokus pada belanja lahan di Jadebotabek, dan Surabaya sebagai dua kawasan utama proyek eksisting mereka.

Dari total dana belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 1,5 triliun pada 2020, sebagian akan digunakan untuk menambah land bank.

Menariknya, mobilisasi lahan ini juga terjadi di sub-sektor kawasan industri (KI). Hal ini terungkap dari hasil riset Leads Property Indonesia pada April 2020.

Pengembang dan pemilik KI akan fokus pada penyediaan bank tanah atau land bank, dan mengonsolidasi lahan yang tidak terserap pasar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.