Pemerintah Gulirkan Stimulus Fiskal Real Estat

Kompas.com - 24/04/2020, 16:43 WIB
Ilustrasi properti www.shutterstock.comIlustrasi properti

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kembali memberikan stimulus di sektor riil guna mempertahankan denyut perekonomian di tengah Pandemi Covid-19.

Kali ini, cakupan sektor yang diberikan lebih luas.

Melansir laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, perluasan sektor ini dikelompokkan ke dalam 18 Kelompok Sektor sesuai dengan Kategori Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), salah satunya adalah industri real estat.

Sebanyak 761 KBLI yang diusulkan akan mendapat fasilitas PPh Pasal 21 yang Ditanggung Pemerintah (DTP)) dan pengurangan PPh Pasal 25 selama 6 bulan.

Sedangkan 343 KBLI diusulkan untuk mendapat pembebasan PPh Pasal 22 Impor dan percepatan restitusi PPN.

Baca juga: Pola Pasar Properti Global di Tengah Pandemi Corona

Khusus di sektor real estat, terdapat 3 KBLI yang mendapatkan bantuan stimulus ini. Perluasan sektor ini akan dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebagai revisi atas PMK Nomor 23 Tahun 020.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo mengatakan, peraturan menteri ini akan selesai direvisi dalam 2-3 hari ke depan.

Adapun skema bantuannya akan sama dengan aturan yang tertuang dalam PMK tersebut.

"Skemanya sama dengan PMK 23. Dalam 2-3 hari PMK 23 selesai direvisi," ujar Yustinus kepada Kompas.com, Jumat (24/4/2020).

Meski berbagai macam stimulus diberikan, Yustinus memprediksi belum berdampak signifikan terhadap pemulihan sektor properti.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X