Eagle One, Desain Mesin Kopi Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Kompas.com - 16/02/2020, 19:00 WIB
James Hoffman, World Barista Champion 2007, tengah meracik kopi menggunakan mesin kopi terbaru dari Nuova Simonelli, Victoria Arduino Eagle One didampingi oleh Tony Arifin, CEO Toffin Indonesia di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (15/2/2020). 
Victoria ArduinoJames Hoffman, World Barista Champion 2007, tengah meracik kopi menggunakan mesin kopi terbaru dari Nuova Simonelli, Victoria Arduino Eagle One didampingi oleh Tony Arifin, CEO Toffin Indonesia di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (15/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Victoria Arduino meluncurkan Eagle One, mesin kopi terbaru yang lahir dari kebutuhan generasi kedai kopi masa kini.

Mesin ini mengedepankan desain, performa, dan fitur ramah lingkungan yang menjadi faktor utama untuk menciptakan pengalaman yang berbeda.

Desain mesin kopi Eagle One mengombinasikan material natural seperti kayu dengan unsur teknologi seperti resin aluminium, dan besi.

Giulio Cappellini, versi mewah Eagle One, dijual dalam jumlah terbatas. Desainnya merupakan perpaduan sejarah dan inovasi: kayu daur ulang, resin ekologis, dan aluminium.

Baca juga: Rahasia Starbucks Manfaatkan Desain Interior untuk Menjual Kopi

CEO of Simonelli Group, pemegang merk Victoria Arduino, Fabio Ceccarani, mengatakan mesin kopi ini mewakili gelombang terbaru industri kopi dan pergerakan bisnis kedai kopi terkini, dengan konsep desain yang lebih luas.

“Untuk mewujudkan Eagle One, penelitian dan inovasi teknologi tidak menjadi satu-satunya dasar, tetapi juga menyeimbangkan antara estetika kualitas dan fungsi sehingga bisa memenuhi kebutuhan user dan konsumen," kata Fabio dalam keterangannya kepada Kompas.com, Minggu (16/2/2020).

Selain ramah lingkungan, Fabio mengklaim, mesin kopi yang ditawarkannya bisa menghemat listrik dan biaya tagihan sebesar 8 persen.

Hal ini dimungkinkan karena teknologi yang digunakan adalah Neo Engine Optimization, yang dijadikan komponen utama agar mesin kopi ini dapat mengurangi konsumsi energi meskipun ukurannya lebih compact.

Baca juga: Kurangi Beli Kopi, Milenial Bakal Bisa Mencicil Rumah per Hari!

Desain mesin kopi ini juga diklaim ergodinamis, memungkinkan ruang gerak barista lebih luas dalam berbagai kondisi kedai sehingga mereka bisa menyajikan kopi dengan rasa yang stabil.

"Kami ingin berkontribusi dalam mengurangi polusi dunia. Dengan menggunakan materi baru dan desain yang unik, mesin ini bisa mengurangi emisi CO2 jika dibandingkan dengan mesin sejenis," imbuh Fabio.

Mesin ini menggunakan sistem penghangat instan yang menggunakan air secukupnya untuk melakukan ekstraksi saat dipanaskan, sehingga mengurangi biaya yang didapatkan dari penggunaan energi.

Boiler yang lebih kecil diinsulasi menggunakan material baru yang mencegah penyebaran panas. Dengan cara ini, tidak banyak energi yang dikonsumsi.

Metode ini mudah untuk dijalankan, barista hanya perlu mengubah suhu pada display mesin. Elektronik pada mesin akan melakukan tugasnya, memastikan suhu yang stabil selama mesin berjalan.

Bahkan mesin terlihat lebih kompak. Insulasi termal dan pengurangan ukuran dari komponen tunggal mengurangi pengaruh terhadap lingkungan hingga 23 persen.

 

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X