Kompas.com - 17/10/2018, 19:30 WIB
Diskusi pembangunan Sekolah Indonesia di Lombok, Rabu (17/10/2018) di Kampus UI Salemba, Jakarta. Erwin Hutapea/Kompas.comDiskusi pembangunan Sekolah Indonesia di Lombok, Rabu (17/10/2018) di Kampus UI Salemba, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Alumni Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia (Iluni Ars UI) dan Ikatan Alumni FTUI (Iluni FTUI) membangun Sekolah Indonesia di Desa Kerandangan, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Pembangunan sekolah yang juga bekerja sama dengan FTUI dan Fusi Foundation ini merupakan bentuk kepedulian kepada para korban gempa bumi di Lombok yang terjadi pada awal Agustus 2018.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Guncangan gempa itu antara lain menimbulkan kerusakan parah pada sekolah sehingga kegiatan belajar anak-anak terhenti.

Baca juga: 153.533 Bangunan Rusak Pasca-gempa Lombok

"Setelah gempa itu kami meninjau ke Lombok. Banyak yang rusak parah, termasuk sekolah. Lalu kami putuskan untuk membuat sekolah," kata Guru Besar Departemen Arsitektur UI Yandi Andri Yatmo dalam diskusi di Kampus UI Salemba, Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Prinsip pembangunan sekolah ini adalah cepat, tidak melewati proses atau birokrasi yang lama, tetapi mengutamakan kualitas yang bagus.

Sekolah dasar terdiri dari enam kelas yang bisa menampung 130 siswa, satu perpustakaan, satu ruang guru, laboratorium, dan ruang terbuka atau koridor.

Biaya yang diperlukan untuk konstruksi sekolah itu sekitar Rp 390 juta. Saat ini pembangunan SD masih berlangsung dan akan dilanjutkan bangunan TK yang targetnya selesai dalam bulan ini.

Adapun dana konstruksi diperoleh dari sumbangan Iluni. Selain itu, terdapat pula bantuan berupa material bangunan dan peralatan yang diperlukan untuk kegiatan sekolah.

"Rencana kami bangun lima sekolah, tapi kalau keinginan sebanyak-banyaknya. Nanti disesuaikan kebutuhan masyarakat setempat," ujar Yandi.

Sistem yang diterapkan dalam pembangunan sekolah ini adalah plug and play. Bangunan sekolah yang digunakan bisa dibongkar pasang dengan mudah dan fleksibel.

Namun, kualitas bangunan tetap bisa dijamin baik, tahan lama, dan tahan gempa.

Menurut rencana, Sekolah Indonesia akan selesai dalam satu bulan sejak dimulai pada awal Oktober lalu.

Diharapkan kehadiran sekolah ini bisa memberikan kesempatan kepada anak-anak kembali bersekolah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.