Kasus Apartemen LA City, Konsumen Sepakat Perpanjang Waktu Tunggu

Kompas.com - 14/09/2018, 12:30 WIB
Proyek Apartemen LA City di Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAProyek Apartemen LA City di Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Batas waktu 60 hari itu akan berakhir pada 12 November 2018. Setelah itu akan dilakukan penawaran final ke konsumen.

"12 November itu batasnya putusan. Mulai hari ini debitor ajukan proposal dan kami melakukan pembahasan," imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nantinya, jika kesepakatan itu tercapai dan diterima, berarti akan ada perdamaian.
Sebaliknya, kalau konsumen menolaknya maka Spekta akan dinyatakan pailit.

Ada pula pilihan lain lagi, yaitu keputusan itu ditolak lalu Spekta diberi waktu perpanjangan 270 hari.

Gugatan PKPU terhadap PT Spekta Properti Indonesia dilakukan setelah apartemen yang mereka kembangkan tak kunjung diselesaikan.

Konsumen dijanjikan dapat menempati apartemen dengan rentang waktu berbeda-beda, mulai dari tiga tahun hingga empat tahun setelah pembangunan fisik diselesaikan.

Namun, selama ini belum ada kepastian. Padahal, banyak konsumen yang masih mematuhi pembayaran cicilan sesuai dengan tagihan per bulan KPA perbankan. Bahkan, ada sejumlah konsumen yang telah melunasi pembayaran. 

Namun demikian, menurut Iwan, salah seorang konsumen yang ditemui Kompas.com, Jumat (29/6/2018) siang, Spekta belum memberikan kepastian.

"Tak ada satu pun dari mereka yang menemui konsumen. Akibatnya, serah terima unit pun terus mundur. Saya dijanjikan sekitar empat tahun. Mundur-mundur terus tidak jelas,” ucap Iwan.

Iwan tertarik membeli apartemen LA City karena lokasinya terbilang strategis dan dekat dengan akses transportasi umum.

“Lokasinya sangat strategis, dekat busway, stasiun, dan pasar. Memang kalau jadi bagus banget,” kata Iwan.

Dia membeli satu unit apartemen LA City tipe dua kamar tidur pada tahun 2011 dengan harga sekitar Rp 350 juta. Iwan memanfaatkan fasilitas cicilan KPA BTN.

“Saya beratnya karena tiap bulan harus bayar ke BTN, bank enggak mau tahu. Jadi kami sia-sia bayar terus,” ucapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.