Pasar Perkantoran dan Kondominium Bangkit Tahun Ini

Kompas.com - 03/04/2018, 11:31 WIB
Ilustrasi ruang kerja Dok IKEA BusinessIlustrasi ruang kerja

JAKARTA, KOMPAS.com – Bisnis properti pada segmen-segmen tertentu diyakini bakal moncer pada tahun 2018 ini. Kendati pada saat yang sama tahun politik berjalan, namun hal tersebut hanya akan memberikan pengaruh tipis.

Di Jakarta, misalnya, pasar kondominium dan perkantoran diprediksi menjadi segmen yang paling berkilau. Di kawasan pusat bisnis atau central business district (CBD), titik balik tersebut sudah terlihat sejak akhir tahun lalu.

Take up di 2017 itu sudah bisa dikatakan (naik) dua kali lipat dari 2016. Jadi jelas, GDP growth sudah bisa nendang, sudah bisa memberikan pertumbuhan yang lebih sehat dari pada 2016,” kata Head of Research DPP Real Estate Indonesia (REI) Handa Sulaiman dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Hasil riset Cushman and Wakefield yang dikutip Handa menunjukkan, sewa perkantoran di kawasan ini mencapai 187.000 meter persegi atau naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2016 yang hanya 83.300 meter persegi.

Pada tahun ini, diprediksi sewa perkantoran kembali naik hingga 210.000 meter persegi.

Kondisi serupa juga ditunjukkan oleh pasar perkantoran di daerah non-CBD. Meskipun kenaikan tipis, yaitu dari 111.500 meter persegi pada 2016 menjadi 123.300 meter persegi pada 2017, namun optimisme itu masih ada.

Sejumlah pengembang secara agresif merambah daerah.KOMPAS.com/RAM Sejumlah pengembang secara agresif merambah daerah.
Tahun ini, kenaikan bakal kembali terjadi dan diprediksi hingga mencapai 195.500 meter persegi.

“Sekalipun jumlahnya lebih kecil tapi jelas terlihat pertumbuhan itu terjadi. Dan itu karena supply bertambah, jadi pertumbuhan akan berlanjut di 2018,” tambah Handa.

Meski terjadi kenaikan sewa, namun belum diiringi dengan kenaikan tarif. Hal ini karena masih kompetitifnya persaingan bisnis di segmen ini, terutama setelah banjirnya pasokan perkantoran sewa sejak 2015.

Setidaknya fenomena ini bisa dilihat dari pemandangan langit perkantoran di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Di beberapa lokasi sudah bisa dijumpai gedung-gedung pencakar langit dengan ketinggian lebih dari 45 lantai.

Supply-nya memang sangat tinggi, sedangkan take up walaupun membesar tapi tidak bisa catching up. Karena gedung-gedung yang baru ukurannya lumayan besar,” urai Handa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X