Kompas.com - 29/04/2021, 20:00 WIB
Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman melakukan rapat koordinasi virtual dengan BPK2L Semarang untuk pengelolaan dan pembentukan BPK2L Kesawan, Kamis (29/4/2021) KOMPAS.com/ MEI LEANDHAWakil Wali Kota Medan Aulia Rachman melakukan rapat koordinasi virtual dengan BPK2L Semarang untuk pengelolaan dan pembentukan BPK2L Kesawan, Kamis (29/4/2021)

MEDAN, KOMPAS.com - Mempercepat terbentuknya Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Kesawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan gelar rapat koordinasi virtual dengan BPK2L Semarang.

Rapat dihadiri Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Benny Iskandar, Kepala Dinas Pariwisata Agus Suryono, Kadis Kominfo Zain Noval dan Kadis Kebudayaan OK Zulfi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka membahas berbagai langkah dan masukan agar BPK2L Kesawan segera terwujud.

Ketua BPK2L Semarang yang juga Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, dasar pembentukan BPK2L diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya tepatnya Pasal 47.

Baca juga: Kadis PKPPR Bantah Tudingan Lapak Pedagang Kesawan Berdiri di Atas Drainase

Pemerintah kota dapat membuat peraturan wali kota (Perwal) tentang pembentukan susunan organisasi dan tata kerja dalam BPK2L.

"Perwal akan mengatur ketentuan umum, pembentukan, kedudukan, wewenang dan tupoksi BPK2L. Juga diatur terkait organisasi, tata kerja dan pembiayaan," kata Hevearita dikutip dari rilis Pemkot Medan, Kamis (29/4/2021).

Dia menjelaskan, BPK2L memiliki kewenangan dalam konservasi dan revitalisasi. Berkewajiban untuk mengelola, mengembangkan dan mengoptimalkan potensi kawasan baik itu perencanaan, pengorganisasian serta pengawasan dan pengendalian (wasdal).

Kedudukan BPK2L memberikan rekomendasi perizinan dan kegiatan. Memberikan pendampingan restorasi gedung mulai dari perizinan hingga pembangunan.

Selain itu, memfasilitasi kerja sama antara pemilik gedung dan pihak ketiga. Juga memiliki kedudukan dalam penyusunan inventarisasi kepemilikan bangunan, capacity building dan sosialisasi.

Pemilihan keanggotaan badan pengelola, pemerintah kota harus melibatkan unsur masyarakat khususnya pemilik gedung di kawasan kota lama, praktisi, swasta, OPD, dewan dan akademisi.

Baca juga: Jejak Sejarah Tiga Bangunan Tua yang Disinggahi Sandiaga Uno di Kesawan City Walk

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.