Tenaga Kerja Konstruksi Bersertifikat di Indonesia hanya 778.472 Orang

Kompas.com - 17/03/2021, 21:00 WIB
Ilustrasi konstruksi SHUTTERSTOCK/YUTTANA CONTRIBUTOR STUDIOIlustrasi konstruksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga tahun 2020, jumlah tenaga kerja konstruksi (TKK) bersertifikat di Indonesia hanya mencapai 778.472 orang.

Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dewi Chomistriana mengungkapkan, angka itu hanya menyumbang 9,65 persen dari total TKK secara keseluruhan atau sebanyak 8.066.497 orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari 8 juta TKK yang ada, itu hanya sekitar 9,65 persen yang memiliki sertifikat kompetensi. Jadi, masih rendah sekali," ucap Dewi dalam webinar Memastikan Efektivitas SiPetruk Dalam Penyediaan Rumah Rakyat Berkualitas, Rabu (17/3/2021).

Dari jumlah TKK yang telah bersertifikasi tersebut, terdiri dari 27 persen ahli dan 73 persen terampil.

Rinciannya, TKK bersertifikat ahli sebanyak 212.188 orang dan 566.284 orang bersertifikat terampil.

Dewi mengungkapkan, gap (celah) antara TKK yang sudah dan belum bersertifikat ini masih menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah.

Baca juga: Selain LPJK, Pengembang Bisa Awasi Kualitas Rumah Subsidi via SiPetruk

Demi mengurangi celah dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) konstruksi, Pemerintah melakukan tiga strategi.

Tiga strategi itu berupa kerja sama dengan perguruan tinggi di berbagai level seperti Vokasional, Politeknik, Strata 1,2, dan 3.

Bahkan, Kementerian PUPR juga telah bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi pada bidang spesialis hingga super-spesialis.

"Ini tidak lain adalah bagaimana upaya kita untuk menambah kompetensi dari TKK yang nantinya bekerja di lapangan dan diharapkan sesuai dengan kebutuhan," terang Dewi.

Kemudian, Kementerian PUPR juga melakukan kerja sama dengan Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK) nasional maupun asing.

Hal ini bertujuan demi memberikan kesempatan magang bagi TKK untuk megerjakan beberapa proyek konstruksi yang saat ini berjalan.

Selain itu, Kementerian PUPR juga melakukan percepatan sertifikasi TKK dengan memperluas layanan.

Saat ini, Kementerian PUPR telah membentuk Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) yang bekerja untuk memberikan pelatihan secara daring demi tercapainya tujuan itu.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.